Ragam

Ketika Jadi Ibu, Emosi Perempuan Ikut Berevolusi: Dulu Lembut Sekarang Galak?

Dulu lembut, kini jadi lebih galak setelah jadi ibu? Perubahan emosi ini wajar terjadi dan justru menunjukkan kekuatan baru seorang perempuan.

Vania Rossa

Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)
Ilustrasi ibu dan anak. (Freepik)

Dewiku.com - Pernah nggak kamu merasa heran melihat teman atau saudara perempuan yang dulu kalem, penyayang, dan super sabar, tapi setelah jadi ibu berubah drastis? Tiba-tiba dia jadi lebih tegas, gampang marah, bahkan kelihatan seperti punya aura singa yang siap melindungi anak-anaknya kapan saja. Fenomena ini ternyata wajar banget dan dialami oleh banyak perempuan setelah mereka punya anak.

Perubahan ini bukan terjadi dalam semalam. Ada banyak faktor yang membuat karakter seorang perempuan berubah begitu ia jadi ibu.

Salah satunya adalah tanggung jawab yang tiba-tiba melonjak. Kalau dulu fokusnya cuma pada diri sendiri atau pasangan, sekarang ada seorang manusia kecil yang sepenuhnya bergantung padanya.

Ini bikin ibu punya insting kuat untuk melindungi, bahkan kalau perlu dengan cara yang keras.

Selain itu, kehidupan setelah punya anak memang jauh lebih menantang daripada yang dibayangkan. Kurang tidur, kelelahan, perubahan hormon, sampai tekanan sosial bikin emosi gampang meledak.

Kalau dulu ada yang dikenal kalem dan nggak pernah marah, sekarang bisa berubah jadi orang yang lebih vokal, tegas, dan nggak ragu untuk mengeluarkan “taring” kalau ada yang mengganggu kenyamanan anaknya.

Yang menarik, perubahan ini sering kali membuat orang-orang di sekitarnya kaget. Teman lama mungkin bilang, “Dia dulu nggak pernah ngomong keras, sekarang jadi galak banget.”

Padahal, ini adalah bentuk adaptasi terhadap peran baru. Menjadi ibu berarti harus bisa mengambil keputusan cepat, melindungi, dan memastikan semua berjalan aman.

Kadang, kelembutan yang dulu ada berubah menjadi ketegasan karena situasi menuntut demikian.

Namun, bukan berarti perempuan yang berubah ini kehilangan sisi lembutnya. Mereka tetap penyayang, hanya saja cara mengekspresikannya berbeda.

Rasa sayang yang dulu ditunjukkan dengan senyum manis dan kata-kata lembut, kini berubah jadi perlindungan ekstra dan sikap tegas. Semua demi memastikan anak-anak tumbuh dalam lingkungan yang aman.

Faktor hormonal juga punya peran besar. Setelah melahirkan, tubuh perempuan mengalami perubahan hormon yang signifikan.

Ini bisa memengaruhi mood, tingkat kesabaran, dan cara mereka merespons situasi. Ditambah lagi dengan ekspektasi masyarakat terhadap ibu yang “harus sempurna”, tekanan ini bisa bikin emosi lebih sensitif dan gampang tersulut.

Pada akhirnya, perubahan ini adalah hal yang sangat manusiawi. Perempuan yang dulu dikenal manis dan kalem sekarang mungkin terlihat lebih garang, tapi itu semua karena mereka berjuang keras untuk menjadi ibu terbaik bagi anak-anaknya.

Mereka bukan kehilangan kelembutan, tapi menemukan kekuatan baru yang muncul dari rasa cinta dan tanggung jawab yang besar.

Jadi, kalau kamu melihat seorang ibu yang dulu kalem tapi sekarang jadi super tegas, jangan buru-buru menghakimi. Mereka sedang menjalani fase hidup yang penuh tantangan dan butuh dukungan, bukan komentar pedas.

Ingat, di balik ketegasan itu tetap ada hati yang penuh kasih sayang, hanya saja sekarang dilengkapi dengan keberanian untuk melindungi yang mereka cintai.

(Clarencia Gita Jelita Nazara)

Berita Terkait

Berita Terkini