Relationship

Hasil Studi: Bikin Pasangan Bahagia Bisa Membuat Umur Lebih Panjang

Peneliti menemukan risiko kematian orang dengan pasangan bahagia berjalan lambat.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Berpelukan setelah bertengkar dengan pasangan. (Unsplash/Niver Vega)
Berpelukan setelah bertengkar dengan pasangan. (Unsplash/Niver Vega)

Dewiku.com - Melihat pasangan bahagia memang bisa memberikan kepuasan sekaligus ketenangan tersendiri. Rupanya, hal itu membuat umur lebih panjang.

Sebagian besar pasangan tentu akan merasa bahagia jika salah satu di antara mereka merasakan kebahagiaan. Hal ini bahkan tidak hanya mengarah pada hubungan yang lebih menyenangkan, tapi juga kehidupan yang lebih panjang. 

Hal itu diungkapkan dalam sebuah studi baru yang diterbitkan dalam Psychological Science, jurnal dari Association for Psychological Science.

Menurut jurnal tersebut, punya pasangan bahagia tidak hanya memperpanjang hubungan kita tetapi membuat umur lebih panjang.

Memiliki hubungan dengan orang yang bahagia disebut membuat kita bertahan lebih lama dalam hubungan tersebut dan juga lebih sehat.  

Ilustrasi kakek dan nenek. (Unsplash/Rawpixel)
Ilustrasi kakek dan nenek. (Unsplash/Rawpixel)

"Data menunjukkan bahwa kepuasan hidup pasangan dikaitkan dengan kematian, terlepas dari karakteristik sosial ekonomi dan demografi individu, atau status kesehatan fisik mereka," ungkap Olga Stavrova, seorang peneliti di Tilburg University di Belanda, seperti mengutip dari Mother.ly

Stavrova meneliti dan menyurvei sekitar 4.400 pasangan di Amerika Serikat berusia di atas 50 tahun.

Pada akhir tahun penelitian, sekitar 16 dari peserta meninggal. Mereka sebelumnya melaporkan kepuasan hubungan dan kepuasan hidup yang lebih rendah serta mempunyai pasangan yang juga melaporkan hal serupa.

Setelah penelitian lebih lanjut, Stavrova menemukan bahwa risiko kematian bagi peserta dengan pasangan bahagia berjalan lambat ketimbang mereka yang hidup dengan pasangan yang tidak bahagia.  

Ilustrasi pasangan. (Unsplash/Priscilla Du Preez)
Ilustrasi pasangan. (Unsplash/Priscilla Du Preez)

"Jika pasanganmu mengalami depresi dan ingin menghabiskan malam dengan makan keripik di depan TV, itulah sebabnya malammu mungkin akan berakhir seperti itu juga," ujar Stavrova.

Meski begitu, penelitian ini, kata dia, bukan bermaksud menunjukkan bahwa memiliki pernikahan yang sangat bahagia bisa membuat orang hidup sampai usia 100-an.

"Penelitian ini berarti bahwa perilaku pasangan Anda dapat memengaruhi hubungan dan kualitas hidup Anda seiring waktu," ungkap dia. (Suara.com/Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini