Beauty

Retin-A dan Segala Hal yang Perlu Kamu Tahu

Retin-A cukup berbeda dengan retinol.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yasinta Rahmawati

Ilustrasi wajah perempuan. (Unsplash/Sarah Comeau)
Ilustrasi wajah perempuan. (Unsplash/Sarah Comeau)

Dewiku.com - Berbicara soal rutinitas perawatan kulit, biasanya dokter kulit akan memberikan resep Retin-A. Itu adalah krim resep yang mengandung bentuk retinoid yang disebut tretinoin dan dianggap oleh banyak ahli sebagai antipenuaan topikal paling ampuh.

Berbeda dengan retinol yang merupakan bentuk alami dari vitamin A, sementara Retin-A adalah turunan vitamin A yang bekerja untuk meningkatkan pergantian sel.

Dilansir dari InStyle, ada alasan mengapa Retin-A jadi andalan begitu banyak dokter kulit. Formula ini menggunakan proses yang dipercepat untuk menghilangkan sel kulit mati dan menjaga pori-pori tetap bersih, yang dapat mencegah peradangan dan jerawat kistik.

Retin-A juga merupakan pengelupas alami yang dapat meningkatkan tekstur kulit. Sebagai hasilnya, membantu meringankan bintik-bintik gelap dan menghapus hiperpigmentasi yang disebabkan oleh kerusakan akibat sinar matahari.

Ilustrasi wajah berkomedo. (Shutterstock)
Ilustrasi wajah berkomedo. (Shutterstock)

 

Namun, Retin-A bukan untuk semua orang. Wanita hamil tidak boleh menggunakan Retin-A (atau retinoid atau retinol lainnya dalam hal ini) karena bahan tersebut telah dikaitkan dengan cacat lahir dan masalah perkembangan janin.

Banyak pengguna Retin-A pertama kali melaporkan bahwa kulit mereka menjadi lebih buruk. Padahal, gejala-gejala seperti kekeringan, kemerahan, dan iritasi adalah normal ketika pertama kali memperkenalkan Retin-A pada kulit.

Oleh sebab itu, kulit harus beradaptasi dalam dua hingga empat minggu. Dengan penggunaan yang berkelanjutan, gangguan ini hilang dengan sendirinya.

Retinol dan retinoid juga membuat kulit lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi sangat penting untuk memakai tabir surya setiap hari.

Ilustrasi wajah glowing. (Unsplash/Jacob Postuma)
Ilustrasi wajah glowing. (Unsplash/Jacob Postuma)

 

Seperti Differin dan retinol, Retin-A tidak selalu bercampur dengan baik dengan bahan-bahan lain dalam rutinitas skincare kamu.

''Tretinoin adalah molekul yang sangat temperamental,'' kata Dr. Zeichner, dermatologi di Rumah Sakit Mount Sinai, New York City. ''Ini mudah diaktifkan di hadapan cahaya atau bahan-bahan seperti benzoil peroksida.''

Kamu harus menghindari asam salisilat, toner, dan pengelupasan kimia seperti asam glikolat yang semuanya dapat membuat kulit terlalu sensitif ketika dipakai bebarengan dengan Retin-A.

Untuk mengurangi iritasi, pakai pembersih wajah yang lembut dan tidak akan menghilangkan kelembapan dari kulit serta pelembap yang berkualitas.

Berita Terkait

Berita Terkini