Beauty

Kena Penyakit Langka, Hidung Perempuan Ini Membesar 2 Kali Lipat

Hidungnya membesar dan berubah menjadi kehitaman.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi operasi hidung. (Shutterstock)
Ilustrasi operasi hidung. (Shutterstock)

Dewiku.com - Seorang perempuan di Texas terkena penyakit langka yang membuat kulit hidung membesar dua kali lipat dari ukuran normal. Ia berusaha mengembalikan rasa percaya dirinya dengan menjalani prosedur laser.

Ukuran hidung Adrianna Ely cukup berbeda dari hidung manusia pada umumnya. Warnanya pun berubah kehitaman sehingga tampak seperti terbakar. Prosedur laser yang dijalankinya disebut memakan waktu dua jam karena dokter membutuhkan upaya ekstra untuk mengikis lapisan kulit hidungnya yang menebal.

''Baunya mengerikan. Saat saya melihat ke cermin di rumah, saya terkejut. Kulit saya hangus dan mengalir nanah berwarna hitam, hijau, dan amis,'' ungkap perempuan berusia 39 tahun ini.

Ely sendiri didiagnosis mengidap penyakit langka jenis rhinophyma setelah melihat ujung hidungnya memerah dan membesar pada 2013 lalu. Kondisi ini pernah dikaitkan dengan penggunaan alkohol berat. Namunsejak ditemukan kasus pada orang yang tidak mengonsumsi alkohol, hipotesis itu ditolak.

Ilustrasi filler hidung. (Shutterstock)
Ilustrasi filler hidung. (Shutterstock)

Penyebabnya memang belum diketahui pasti. Namun kondisi rosacea yang parah membuat pasien jadi mempunyai hidung berbentuk seperti bola, kelenjar minyak yang menebal, warna hidung kemerahan, dan penebalan kulit di seluruh permukaan hidung.

Meskipun dapat dikoreksi dengan laser atau tindakan operasi, ada kemungkinan kondisi ini kembali kambuh. Pasien yang didiagnosis dengan penyakit langka ini juga sangat mungkin menghadapi tekanan emosional.

''Itu sampai pada titik di mana tidak terasa seperti hidung lagi. Rasanya lebih seperti gumpalan tanpa struktur. Hidung saya sangat berubah sehingga saya bahkan tidak mengenali diri saya sendiri,'' imbuh Ely, seperti dilansir dari Foxnew.

Hidung. (Unsplash/Hadis Safari)
Hidung. (Unsplash/Hadis Safari)

Ely berharap pengalaman ini membuka matanya untuk menghargai apa yang orang lain lalui dan membuat dia jadi lebih sensitif dan berbelas kasih terhadap orang lain.

Ely mengatakan sebelum mendapatkan diagnosa penyakit langka, ia sempat curiga perubahan di hidungnya berkaitan dengan operasi hidung yang dilakukannya pada 2008 lalu. Demi meningkatkan rasa percaya dirinya, Ely pun mengambil tindakan laser untuk membentuk kembali hidungnya. (Suara.com/Firsta Nodia)

Berita Terkini