Beauty

Ketahui Penyebab Jerawat di Dahi, Begini Solusinya

Apa saja faktor yang bisa memicu munculnya jerawat di dahi?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi jerawat. (Shutterstock)
Ilustrasi jerawat. (Shutterstock)

Dewiku.com - Apakah kamu sering merasa terganggu dengan masalah jerawat di dahi. Bagaimana cara mengatasi jerawat yang bisa bikin percaya diri menurun ini?

Dikutip dari Healthline, rambut kotor kerap jadi sebab timbulnya jerawat di dahi. Itulah kenapa mencuci rambut jadi hal yang sangat penting, salah satunya menghindari minyak berlebih pada rambut karena bisa menyumbat pori-pori di dahi.

Meski begitu, jerawat di dahi juga bisa disebabkan penggunaan produk untuk rambut, dari mulai sampo, pelembab, pomade, minyak, gel hingga produk pelurus rambut. Penggunaan riasan atau produk wajah yang tidak sesuai dapat menjadi pemicu.

Lalu, bagaimana cara mengobati jerawat di dahi?

Langkah pertama, lakukan perawatan kulit yang baik, misalnya cuci muka dua kali sehari dengan sabun yang sesuai kondisi kulit. Kalau tak juga berhasil, cobalah krim jerawat yang mengandung benzoil peroksida atau asam salisilat.

Ilustrasi jerawat pada lelaki. (Sumber: Shutterstock)
Ilustrasi jerawat pada lelaki. (Sumber: Shutterstock)

Anda juga dapat menggunakan bahan alami sebagai obat jerawat ringan, di antaranya lidah buaya, asam azelaic, ekstrak teh hijau, tea tree oil, dan seng (zinc).

Jika jerawat di dahi sudah sangat parah, Anda disarankan mengunjungi dokter kulit. Biasanya dokter bakal meresepkan obat jerawat yang terdiri dari antibiotik, formulasi benzoil peroksida, retinoid, pil KB, hingga anti androgen.

Khusus antibiotik dan retinoid, kini tersedia dalam bentuk krim dan obat pil. Beberapa dokter juga menyarankan tindakan laser dan chemical peeling untuk mengatasi masalah kulit ini.

Bahkan jerawat yang terlampau besar, bakal lebih dulu dikeringkan supaya tidak semakin besar dan memicu infeksi.

Terakhir, Anda sebaiknya jangan pernah memencet jerawat. Jari yang kotor dikhawatirkan bisa membuat kuman dan bakteri masuk ke kulit dan menyebabkan infeksi. Akibatnya,  jerawat malah lebih sulit untuk sembuh. (*Dini Afrianti Efendi)

Berita Terkait

Berita Terkini