Fashion

Musim Hujan, Tips Memilih Jaket Hujan Biar Tetap Bisa Tampil Kece

Tetap modis meski sering pakai jaket hujan.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)
Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)

Dewiku.com - Minggu-minggu menjelang dan sesudah Imlek selalu identik dengan hujan yang awet, bahkan bisa jadi turun dari pagi hingga malam. Meski begitu, cuaca musim hujan yang kurang bersahabat tidak harus menjadi penghalang aktivitas sehari-hari. Cukup gunakan jaket hujan yang tepat dan kamu tetap bisa melintasi kota dengan nyaman dan aman.

Berbagai model jaket hujan disediakan untuk memenuhi kebutuhan gaya hidup yang berbeda-beda, mulai dari pengendara motor hingga mereka yang harus bekerja di luar ruangan. Model panjang atau pendek, dengan atau tanpa hoodie, setiap tentu punya pilihan jaket hujan masing-masing.

Jadi, model jaket hujan apa saja yang tersedia di luar sana dan siapa yang cocok menggunakan setiap model tersebut? Timberland, produsen jaket hujan dengan Durable Water Repellent (DWR) yang membantu menahan air, berbagi tips memilih jaket hujan yang sesuai dengan keseharian setiap orang.

1. Jaket ‘windbreaker’ untuk melindungi pengendara motor dari terpaan angin

Jaket windbreaker terbuat dari bahan tipis tapi mampu untuk menahan terpaan angin dingin dan hujan ringan. Jaket model ini umumnya mempunyai bagian leher yang tinggi dan bisa diritsleting, serta karet di bagian lengan tangan dan pinggang.

Mengingat teksturnya yang ringan tapi bisa melindungi pemakai dari angin, jaket hujan model windbreaker cocok untuk pengendara motor. Pengendara motor dapat dengan mudah melipat dan menyimpan jaket di bawah jok dan mengeluarkannya ketika hujan mulai turun.

Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)
Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)

 

2. Jaket ‘anorak’ untuk berolahraga di luar ruangan

Jaket anorak adalah jaket yang panjangnya hingga pinggang atau lebih, serta dilengkapi hoodie atau penutup kepala. Jaket anorak sangat ringan karena tidak memiliki lapisan tebal di bagian dalam ataupun bulu pada kerah.

Model jaket anorak cocok untuk mereka yang suka berolahraga di luar ruangan, seperti berlari, meskipun cuaca tidak menentu. Jaket anorak bisa dilipat dan disimpan dengan ringkas dalam tas punggung ketika hujan berhenti sehingga tidak banyak memakan tempat.

Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)
Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)

 

3. Jaket ‘bomber’ untuk dalam dan luar kantor

Jaket model bomber kini datang dalam berbagai siluet, termasuk gembung dan potongan ramping. Jaket bomber biasanya berukuran pas di pinggang dan mempunyai kerah yang terbuat dari bahan karet tapi tanpa hoodie.

Tergantung bahan, potongan, dan padu-padan, jaket bomber bisa terlihat santai dan juga elegan. Itulah yang membuat jaket bomber cocok bagi mereka yang menginginkan jaket multiguna, bahkan bisa digunakan di dalam kantor yang dingin karena AC.

Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)
Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)

 

4. Jaket ‘parka’ agar bagian kaki juga terlindungi

Jaket ‘parka’ mirip dengan anorak tapi memiliki lapisan dalam, atau terbuat dari bahan sintetis yang menjaga agar tubuh tetap hangat. Oleh karena itu, jaket parka adalah pilihan tepat bagi mereka yang ingin tetap hangat, selain kering.

Jaket parka yang panjang hingga lutut juga memberi pemakainya sentuhan gaya, selama potongannya tidak terlalu longgar, terutama di bagian pinggang dan pinggul.

Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)
Jaket Timberland. (Istimewa/Dok.Zeno Group/Timberland)

 

Itulah tadi beberapa tips memilih jaket hujan. Sebagai tambahan, setelah digunakan, pastikan mengelap kering air di bagian luar, kemudian gantung jaket untuk menghilangkan sisa lembap di bagian dalam.

Kebiasaan langsung melipat dan menyimpan jaket hujan yang basah akan menjadikannya bau bau serta lembap sehingga tidak nyaman saat dipakai lain kali.

Berita Terkait

Berita Terkini