Relationship

Cantiknya Ameera Al Taweel, Putri Arab yang Menikah Lagi dengan Miliarder

Ameera Al Taweel hanya rakyat biasa hingga dia dipersunting Pangeran Arab.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini

Ameerah Al Taweel. (Instagram/@ameerah__alt)
Ameerah Al Taweel. (Instagram/@ameerah__alt)

Dewiku.com - Kisah wanita inspiratif tak hanya datang dari Kerajaan Inggris dengan Putri Diana mereka. Kerajaan Arab juga memiliki kisah serupa dengan Putri Ameera Al Taweel. Sebelum menikah dengan Pangeran Arab, Ameera hanya warga biasa namun dia kini bertransformasi jadi wanita yang inspiratif.

Perjalanannya jadi seorang putri diawali ketika Ameera berusia 18  tahun. Kala itu, Pangeran Al Waleed bin Talal yang 28 tahun lebih tua mempersunting Ameera menjadi istri.

Tahun 2008, keduanya menikah. Sayangnya, mereka bercerai lima tahun kemudian. Meskipun sudah berpisah, gelar Princess masih disandang oleh wanita cantik ini. Dia tetaplah Putri Arab Saudi.

Dalam sebuah wawancara dengan Saudi Gazette, Pangeran Al Waleed bin Talal pernah mengungkap jika dia sangat menghormati mantan istrinya itu.

Walaupun bukan dari keluarga kerajaan, sebenarnya Ameera Al Taweel berasal dari keluarga ningrat. Ayahnya, Aidan bin Nayef Al Taweeel Al Otaibi, masih mempunyai hubungan keluarga dengan Kerajaan Arab Saudi.

Ameera Al-Taweel. (Instagram/@ameerah__alt)
Ameera Al-Taweel. (Instagram/@ameerah__alt)

Tahun 2018, Ameera Al Taweel menikah lagi dengan seorang miliarder asal Abu Dhabi bernama Khalifa bin Butti Al Mujahairi. Forbes pernah melaporkan suami baru Ameera Al Taweel bekerja sebagai CEO dari KBBO Group.

KBBO Group sendiri adalah perusahaan yang bergerak di bidang pertukaran uang, retail, serta investasi kesehatan.

Meski pernikahannya digelar tertutup, Insider mengabarkan jika Oprah Winfrey menjadi salah satu tamu undangan yang hadir dalam pernikahan tersebut.

Ameera Al Taweel selama ini dikenal sebagai wanita kuat yang menginspirasi. Tak heran kalau sosoknya begitu dicintai oleh banyak orang. Ameera juga aktif dalam berbagai kegiatan kemanusiaan dan vokal menyuarakan hak-hak perempuan.

Berita Terkait

Berita Terkini