Relationship

Selain Patah Hati, Korban Selingkuh Rawan Alami 5 Dampak Negatif Ini

Korban selingkuh bahkan dapat mengalami masalah kesehatan mental.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi pasangan selingkuh. (DewiKu.com/Ema Rohimah)
Ilustrasi pasangan selingkuh. (DewiKu.com/Ema Rohimah)

Dewiku.com - Perselingkuhan dapat dikatakan sebagai kejahatan paling besar dalam menjalin sebuah hubungan. Tentu tidak ada yang mau jadi korban selingkuh.

Mereka yang jadi korban selingkuh bukan cuma merasa kecewa dan sedih. Dilansir dari HelloSehat, mereka bahkan dapat mengalami berbagai masalah mental yang cukup serius.

Inilah beberapa dampak buruk perselingkuhan terhadap kesehatan mental:

1. Merasa tidak berharga

Tidak cuma merasa disakiti, korban selingkuh akan cenderung merasa tidak berharga. Mereka merasa masalah itu terjadi karena dirinya tidak dapat memenuhi keinginan pasangan. Mereka akan merasa tidak mampu hingga akhirnya merasa kehilangan harga diri.

Hal tersebut bisa menimbulkan dampak yang tidak ringan. Seseorang mungkin bakal mulai berpikiran negatif yang sebenarnya belum tentu benar. Bisa juga cenderung menyalahkan diri sendiri terhadap perselingkuhan yang dilakukan oleh pasangan, padahal belum tentu semuanya adalah kesalahannya.

Jika dibiarkan berlarut-larut, korban selingkuh akan kehilangan rasa percaya diri dan kurang bersyukur terhadap hal yang dimilikinya saat ini.

Selain Patah Hati, Korban Selingkuh Rawan Alami 5 Dampak Negatif Ini - 1
Ilustrasi selingkuh. (Shutterstock)

2. Depresi

Menurut sebuah penelitian yang dimuat di NCBI, pengalaman memalukan bisa menimbulkan depresi di kemudian hari. Meski bukan salahnya, korban selingkuh cenderung merasa malu jika pasangannya ketahuan berselingkuh.

Kesehatan mental mereka bisa menurun drastis hingga korban merasa depresi. Jika sudah pada tahap itu, gejala yang terlihat antara lain merasa sedih berlarut-larut, kehilangan nafsu makan, dan mengalami gangguan tidur.

3. Gangguan kecemasan

Gangguan kecemasan biasanya muncul ketika seseorang merasa di bawah tekanan atau ancaman. Setelah dikhianati, korban selingkuh cenderung trauma terhadap hal yang telah dialaminya.

Kondisi ini bakal menjadi semakin parah jika perselingkuhan itu berdampak besar pada aspek kehidupan korban lainnya. Hal ini mungkin terjadi pada korban perselingkuhan yang sudah menikah.

Ilustrasi pasangan selingkuh. [Shutterstock]
Ilustrasi pasangan selingkuh. [Shutterstock]

4. Masalah makan

Perubahan selera makan juga mungkin terjadi saat stres dan tertekan. Namun, polanya sangat mungkin berbeda pada tiap orang. Ada orang yang cenderung jadi lebih banyak makan saat tertekan, tapi ada juga yang justru kehilangan selera makan.

Kondisi ini kemudian bisamenimbulkan masalah kesehatan fisik. Makan terlalu sedikit membuat tubuh kekurangan nutrisi dan kehilangan salah satu sumber energi. Di sisi lain, makan terlalu banyak juga berdampak negatif pada kesehatan fisik, seperti sakit perut dan mual.

5. Menggunakan obat-obatan terlarang

Para kondisi tertentu sekalipun Anda adalah orang kuat dan tegas, perselingkuhan bukan hal yang mudah diterima sehingga memberi pada kesehatan mental.

Dampak negatif paling ekstrem adalah timbulnya keinginan bunuh diri atau lari kenyataan karena merasa itu terlalu sukar untuk dihadapi.

Dalam kondisi yang tidak mengenakkan itu, korban selingkuh memang bisa saja tidak berpikir sehat hingga melakukan hal-hal ekstrem yang merugikan diri sendiri, misalnya menggunakan obat-obatan terlarang sebagai tempat untuk ‘mengalihkan perhatian’ atau ‘melarikan diri’ dari kenyataan pahit di depan mata.

Berita Terkait

Berita Terkini