Relationship

Selalu Bersama Pasangan saat Karantina di Rumah, Ini Dampaknya pada Otak

Apa yang terjadi saat kamu terjebak 24 jam dengan pasangan?

Rima Sekarani Imamun Nissa | Amertiya Saraswati

Pasangan bermesraan di dalam mobil. (Shutterstock)
Pasangan bermesraan di dalam mobil. (Shutterstock)

Dewiku.com - Beragam kisah cinta tentang karantina bersama pasangan kini sudah akrab kita dengar. Bukan cuma itu, ada pula sederet tips agar karantina dengan pasangan berjalan baik-baik saja dan minim konflik.

Di satu sisi, karantina bersama pasangan memang berarti punya quality time yang lebih banyak. Namun, di sisi lain, kamu juga bisa merasa kesal dengannya.

Nah, dari segi ilmiah, rupanya karantina bersama pasangan bisa punya dampak langsung pada otakmu.

Melansir Elite Daily, seorang ilmuwan di bidang perilaku manusia telah membeberkan apa dampak hubungan romantis dan kehadiran pasangan selama karantina.

"Kita (manusia) tak dibuat untuk menghabiskan waktu 24/7 dengan orang lain," ungkap Dr. Helen Fisher.

Menurutnya, menghabiskan sepanjang hari untuk bekerja, makan, tidur, bersantai, olahraga, dan sederet aktivitas lainnya cuma bersama pasangan adalah hal yang tak alami.

Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)
Ilustrasi pasangan kekasih. (Unsplash/Jonathan Borba)

"Waktu ekstra bersama pasangan bisa meningkatkan kesehatan atau justru memperburuknya, tergantung interaksi," tambah psikolog klinis, Joshua Klapow.

Bagi kamu yang mempunyai hubungan bahagia dan pasangan pengertian, waktu karantina ini bisa menaikkan tingkat dopamine dalam otakmu.

Sekadar informasi, hormon ini bekerja dalam membuatmu merasa optimis, berenergi, termotivasi, serta meningkatkan imun.

Selain itu, sentuhan seperti memeluk atau mencium pasangan juga bisa melepaskan oksitosin yang membuatmu merasa lebih tenang di tengah pandemi.

Ilustrasi pasangan bertengkar [shutterstock]
Ilustrasi pasangan bertengkar [shutterstock]

Namun, hal sebaliknya juga dapat terjadi kalau kamu mempunyai hubungan yang buruk dengan pasangan.

"Kalau kamu terjebak dalam hubungan yang salah, itu sangat membuat stres. Stres yang kronis dapat menurunkan sistem dopamine dan membuatmu merasa depresi, malas, serta mudah marah," papar Fisher.

Selain itu, rasa bosan adalah hal wajar. Namun, agar sistem dopamine dalam tubuh tak terganggu, pasangan pun disarankan untuk mencari hal baru dan melakukannya bersama.

Selain itu, sisihkan pula waktu untuk sendiri untukmu dan untuk pasanganmu. Hal ini diperlukan agar hubungan yang ada tetap sehat.

"Bencana membuatmu melangkah lebih maju dalam hidup. Itu artinya, karantina dapat membuatmu lebih dekat dengannya, atau malah kian menjauh," kata Fisher.

Berita Terkait

Berita Terkini