Relationship

Demi Cinta, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan dan Gantikan Pacarnya Ujian

Dia rela berdandan seperti perempuan karena ingin membantu sang pacar menjalani ujian sekolah.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi pria sedih (Pexels/Andrew Neel)
Ilustrasi pria sedih (Pexels/Andrew Neel)

Dewiku.com - Seorang pria muda Afrika baru-baru ini ditahan setelah mencoba mengelabui pihak kampus dengan menyamar sebagai seorang perempuan saat ujian kelulusan. Usut punya usut, dia rupanya ingin menggantikan kekasih mengikuti ujian.

Dilansir dari Oddity Central, lelaki bernama Khadim Mboup itu sebenarnya adalah mahasiswa Universitas Gaston Berger de Saint-Louis, di Diourbel, Senegal. 

Demi cinta, ia berhasil menipu para pengajar dan pengawas di pusat ujian Baccalaureate (ujian kelulusan sekolah menengah). Dia mengelabui orang-orang, membuat mereka berpikir bahwa dirinya adalah seorang perempuan selama tiga hari. 

Dalam penyamarannya, lelaki 22 tahun ini mengenakan wig rambut panjang yang sebagian ditutupi dengan syal tradisional, anting-anting, gaun, bra, dan bahkan riasan wajah. Dia totalitas agar berhasil menyamar sebagai pacarnya, Gangué Dioum yang berusia 19 tahun. 

Demi Cinta, Lelaki Ini Rela Ikut Ujian Sekolah dan Nyamar Jadi Perempuan. (Dok Oddity Central)
Demi Cinta, Lelaki Ini Rela Ikut Ujian Sekolah dan Nyamar Jadi Perempuan. (Dok Oddity Central)

Namun saat rencana penyamaran itu tampaknya berjalan sempurna, salah satu pengawas memperhatikan sesuatu yang aneh tentang Mboup. Identitas aslinya akhirnya terungkap.

Pada 31 Juli 2021, Mboup didakwa melakukan penipuan. Dia juga mengantar pihak berwenang bertemu sang pacar yang menunggunya dengan tenang di kamar motel sewaan. Pasangan itu lalu ditangkap polisi. 

Mboup mengakui kejahatannya, tapi mengklaim bahwa dia bertindak semata-mata karena cinta kepada Gangué.

"Saya bertindak karena cinta, karena pacar saya mengalami kesulitan serius dalam menguasai bahasa Inggris," ujarnya.

Dia dan pacarnya didakwa melakukan penipuan dan kini berisiko dilarang berpartisipasi dalam ujian Pendidikan Nasional apa pun selama maksimal 5 tahun, larangan mengikuti ujian kualifikasi atau diploma apa pun yang dikeluarkan oleh lembaga pendidikan tinggi negeri, serta terancam denda yang besar dan bahkan menghabiskan 1-5 tahun di balik jeruji besi. (*Dinda Rachmawati)

Berita Terkait

Berita Terkini