Trending

Bukan Kehilangan Passion, Ini Alasan Nada Tarina Putri Tinggalkan Balet

Keputusan Nada Tarina Putri berhenti dari balet membuat publik kaget. Apa yang sebenarnya terjadi?

Vania Rossa | Ayu Ratna

Nada Putri (Instagram/nada_tarina_putri)
Nada Putri (Instagram/nada_tarina_putri)

Dewiku.com - Kabar kurang menyenangkan datang dari Nada Tarina Putri alias Nada yang dikenal sebagai penari balet muda berbakat. Baru-baru ini, ia mengungkapkan bahwa dirinya harus berhenti main balet bukan karena bosan, tapi karena alasan kesehatan yang cukup serius.

Nada ternyata didiagnosis mengalami skoliosis, kondisi kelengkungan tulang belakang yang parah sehingga membuatnya merasakan sakit bahkan ketika tidak sedang beraktivitas.

Balet yang biasanya jadi sumber kebahagiaan, justru berisiko memperburuk kondisinya. Karena itu, ia mengambil keputusan berat: berhenti sementara dari dunia balet dan fokus menjalani operasi besar demi memperbaiki tulang belakangnya.

Usai operasi, Nada kini sedang dalam masa pemulihan. Meski masih sering merasa pusing dan keliyengan, ia sudah bisa duduk, berdiri, bahkan berjalan.

Kondisi Skoliosis yang Dialami Nada

Skoliosis yang diderita Nada bukanlah kasus ringan. Lengkungan tulang belakangnya cukup parah hingga menimbulkan rasa sakit terus-menerus, meski ia tidak melakukan aktivitas berat. Inilah yang membuatnya terpaksa berhenti menari.

Balet, dengan gerakan tubuh yang kaku dan penuh tekanan pada tulang belakang, bisa memperparah skoliosis. Jadi, meskipun berat, keputusan Nada untuk berhenti balet adalah langkah yang tepat demi kesehatan jangka panjang.

Pasca operasi, Nada harus belajar kembali hal-hal dasar seperti duduk, berdiri, dan berjalan. Proses penyembuhan ini tidak singkat, tapi ia tetap optimis bahwa suatu hari nanti bisa pulih total dan terbebas dari rasa sakit.

Apa Itu Skoliosis?

Buat yang belum tahu, skoliosis adalah kelainan pada tulang belakang yang melengkung ke samping, membentuk huruf "S" atau "C". Normalnya, tulang belakang memang punya lengkungan ke depan dan belakang, tapi pada skoliosis, lengkungannya tidak normal.

Gejalanya bisa terlihat dari tubuh yang tampak miring, bahu atau pinggul yang tidak sejajar, hingga rasa nyeri di punggung. Pada kasus yang parah, skoliosis bahkan bisa memengaruhi organ dalam, menyebabkan gangguan pernapasan, hingga nyeri kronis yang berkepanjangan.

Skoliosis sering muncul di masa remaja, terutama menjelang pubertas. Itulah kenapa kondisi Nada yang masih muda cukup bikin khawatir, apalagi balet adalah aktivitas yang memberi tekanan ekstra pada tulang belakang.

Penyebab Skoliosis

Sebagian besar kasus skoliosis masuk kategori skoliosis idiopatik alias tidak jelas penyebabnya. Sekitar 80% kasus termasuk dalam kelompok ini dan biasanya muncul pada masa pertumbuhan remaja usia 10–15 tahun.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang bisa menyebabkan atau memperburuk skoliosis, seperti:

  • Gangguan perkembangan tulang belakang sejak lahir (skoliosis kongenital)
  • Gangguan neuromuskular, misalnya cerebral palsy atau distrofi otot
  • Cedera atau infeksi pada tulang belakang
  • Penuaan dan kerusakan sendi tulang belakang (skoliosis degeneratif)
  • Faktor genetik, termasuk sindrom Marfan atau sindrom Down

Dalam kasus Nada, detail penyebab pastinya memang tidak dijelaskan. Tapi dokter menilai lengkungan tulang belakangnya sudah cukup parah sehingga butuh tindakan operasi besar.

Meski saat ini Nada harus berhenti menari, ia tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke dunia balet di masa depan. Namun, semua itu masih bergantung pada hasil pemulihan tubuhnya.

Ia sendiri menegaskan bahwa prioritas utamanya saat ini adalah sembuh total. Bagi Nada, bisa bebas dari rasa sakit sudah lebih penting daripada memikirkan kapan bisa kembali ke panggung balet.

Banyak penggemar dan teman-teman sesama penari yang memberikan dukungan penuh untuknya. Mereka berharap Nada bisa segera pulih dan kembali tersenyum tanpa rasa sakit.

Di sisi lain, kisah Nada juga jadi pengingat bagi banyak orang tentang pentingnya kesehatan tulang belakang. Kadang, penyakit yang terlihat sepele bisa membawa dampak besar pada aktivitas sehari-hari.

Perjalanan Nada Putri memang tidak mudah. Dari panggung balet yang gemerlap, kini ia harus fokus menghadapi tantangan kesehatan yang cukup berat.

Tapi dengan operasi yang sudah dijalani dan dukungan dari banyak pihak, Nada optimis bisa pulih total. Apapun yang terjadi nanti, kisahnya jadi pengingat bahwa kesehatan adalah prioritas utama di atas segalanya.

Berita Terkait

Berita Terkini