Trending
Bukan Kalah Lawan Thanos, Ironman Rp 400 Juta Milik Sahroni Justru Ambruk Dipreteli Warga
Rumah Ahmad Sahroni diserbu massa, action figure Ironman seharga mobil ikut diangkut. Netizen pun ramai-ramai jadikan bahan lelucon.
Vania Rossa

Dewiku.com - Siapa sangka, Ironman bisa jatuh bukan di tangan Thanos, tapi di tangan warga yang marah. Ya, koleksi action figure Ironman milik anggota DPR Ahmad Sahroni yang setinggi manusia, dijarah dan dipreteli saat terjadi pengepungan massa di kediamannya pada Sabtu (30/8/2025).
Dari unggahan netizen di TikTok dan X, terlihat patung mewah tersebut sudah tidak lagi utuh: kepala copot dan kaki tinggal separuh.
Meski begitu, warganet dengan nada bercanda menyebut benda itu tetap bisa bernilai tinggi kalau dijual ke kolektor.
“Walaupun dijual setengah harga masih oke, apalagi ini hasil dari rumah pejabat,” tulis salah satu akun.
Selain patung Ironman, massa juga terlihat merusak dan menjarah harta benda lain yang ada di rumah tersebut, seperti mobil listrik, hingga jam tangan mewah.
Patung Ironman Seharga Mobil
Patung superhero yang kini tak berdaya tersebut, diketahui pernah dipamerkan Sahroni dalam acara televisi bersama Irfan Hakim dan Jirayut.
Dalam acara itu, disebut kalau action figure dengan perbandingan 1:1 itu bernilai lebih dari Rp400 juta—setara dengan satu unit mobil baru.
Namun ironisnya, harga fantastis itu ternyata tak membuatnya kebal dari kehancuran.
Dari unggahan netizen di media sosial, tampak jelas Ironman tersebut tak lagi gagah. Kepala patung terlepas, kaki tinggal separuh, dan tubuhnya berubah jadi potongan besi yang dipreteli warga.
Baca Juga
Dulu Sahabat, Sekarang Beban? Yuk Kenali Sinyalnya Biar Nggak Kehabisan Energi
Lacoste Bikin Kejutan Setelah 92 Tahun, Ganti Logo Buaya dengan Hewan Ini!
Working Mom Wajib Baca! Cara Jaga Work Life Balance Tanpa Harus Jadi Superwoman
Imbas Demo Anarkis, Wacana DPR Wajib S2 dan TOEFL Muncul di Medsos: Kok Baru Kepikiran Sekarang?
Jessie J Batalin Konser Tur di Amerika, Alasannya Bikin Fans Nggak Bisa Marah!
Kakak Perempuan Pertama: Mini Version dari Ibu yang Lebih Ditakuti Adik-Adiknya
Dari Ucapan Kontroversial ke Penyerbuan Rumah
Aksi massa ini tidak lahir dari ruang kosong. Beberapa hari sebelumnya, Sahroni melontarkan pernyataan kontroversial yang menyebut masyarakat yang ingin DPR bubar adalah “orang tolol.” Ucapan itu memantik amarah publik yang sudah lama menahan frustrasi terhadap elit politik.
Kemarahan yang semula hanya ramai di jagat maya pun tumpah ke jalan. Rumah Sahroni di Tanjung Priok dikepung, dan siaran langsung penyerbuan sempat ditonton lebih dari sejuta orang lewat TikTok. Dari situlah publik menyaksikan bagaimana rumah mewah berubah jadi arena penjarahan.
Ketika Ironman Tak Bisa Selamatkan Dirinya Sendiri
Di kalangan kolektor, memiliki action figure seukuran manusia jelas bukan hal biasa. Bukan sekadar hobi, tapi simbol status sosial. Ironman di rumah Sahroni dulunya ditempatkan di ruangan dekat garasi, berdiri gagah menyambut tamu.
Namun, dalam sekejap, superhero itu tak lebih dari benda rapuh. Armor yang di layar lebar terlihat canggih, di dunia nyata ternyata tak berdaya menghadapi tangan-tangan warga yang marah. Ironman Rp400 juta itu gagal menjalankan perannya, bahkan untuk menyelamatkan dirinya sendiri.
Netizen: Dari Sindiran hingga Lelucon
Linimasa media sosial ramai dengan komentar satir. Beberapa akun bahkan menilai patung itu masih bisa laku tinggi kalau dijual ke kolektor.
“Walaupun dijual setengah harga pasaran masih oke tuh, enggak perlu surat-surat,” tulis akun @aji_ir***R.
“Dijual ke kolektor harganya tinggi sih, alasannya adalah hasil dari rumah pejabat,” tambah akun lain.
Alih-alih simpati, banyak netizen justru menjadikan Ironman sebagai bahan lelucon. Simbol mewah pejabat yang dulunya jadi kebanggaan, kini berbalik jadi sindiran publik.
Sementara Itu, Sahroni Diduga Ada di Singapura
Di tengah kepanikan dan kerusakan, muncul kabar bahwa Ahmad Sahroni tidak berada di rumah saat peristiwa terjadi. Rumor yang beredar menyebut ia justru bersembunyi di Singapura.
Walau belum terkonfirmasi kebenarannya, kabar ini kian mempertebal ironi: pemilik rumah absen, koleksi mewah jadi korban, sementara warganya melampiaskan amarah di lapangan.