Beauty

4 Tips Membeli Minyak Esensial, Hal Cermat dan Hati-Hati!

Ingin membeli minyak esensial? Ada beberapa hal penting yang harus diperhatikan.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi minyal esensial. (Pexels/Mareefe)
Ilustrasi minyal esensial. (Pexels/Mareefe)

Dewiku.com - Minyak esensial atau minyak atsiri merupakan senyawa cair dari tanaman. Ini diperoleh dengan cara menyuling berbagai bagian tanaman, seperti kelopak bunga, rumput, buah, akar, batang, hingga daun.

Mengingat manfaat minyak esensial, mulai dari meningkatkan daya tahan tubuh hingga menurunkan stres, bahan ini kerap diburu oleh para penggemarnya.

Walau begitu, Brand Manager Bonnels, Cicilia Elisabeth mengingatkan untuk berhati-hati dan tidak sembarangan membeli minyak esensial.

Hal itu karena cara penggunanya yang beragam, seperti dioles ke kulit atau didifuse dengan alat diffuser. Jadi, secara tidak langsung aromanya juga akan terhirup.

Minyak esensial (Shutterstock)
Minyak esensial (Shutterstock)

"Maka sebelum membeli sebaiknya konsumen mencari tahu kandungan, manfaat hingga sertifikasi dari produk minyak esensial tersebut," tutur Cicilia melalui pers rilis, Jumat (24/9/2021) lalu.

Berikut ini beberapa pertimbangan penting sebelum membeli minyak esensial. Apa saja, ya?

1. Pilih minyak esensial sesuai kebutuhan

Konsumen perlu semakin cermat memilih supaya endapatkan minyak esensial dengan kualitas bahan-bahan alami terbaik serta tentunya bermanfaat untuk tubuh.

Pelajari informasi tentang merek minyak esensial, terutama apakah merek tersebut mengeluarkan produk minyak esensial dengan bahan-bahan alami yang memberikan manfaat untuk tubuh atau cuma berupa minyak aromaterapi dari bahan sintetis.

Keduanya punya manfaat berbeda sehingga konsumen perlu memilih sesuai manfaat yang diharapkan dan kebutuhan.

2. Cek kandungan isi minyak esensial

Ingin tahu apakah produk sepenuhnya menggunakan bahan alami? Konsumen dapat mengecek komposisi kandungan pada informasi yang tertera di kemasan produk atau botol produk.

Jika informasi komposisi ini tidak tersedia, tak lengkap atau tidak detail tertera pada produk atau kemasannya, kemurnian produk tidak bisa terjamin.

Rapsberry oil. (Shutterstock)
Ilustrasi minyak esensial. (Shutterstock)

3. Punya nomor BPOM

Produk minyak esensial yang dikeluarkan harus sudah mempunyai nomor izin edar dari BPOM (Badan Pengawasan Obat dan Makanan). Artinya, produk tersebut telah melalui proses pemeriksaan sesuai aturan BPOM.

Selain itu, nomor BPOM jadi jaminan bahwa informasi yang disampaikan kepada konsumen, melalui produk dan kemasannya, dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan aturan yang berlaku di Indonesia.

4. Cek informasi peringatan di kemasan

Merek yang baik akan memberikan informasi berupa peringatan pada konsumen terkait penggunaan produk minyak esensial mereka. Contoh peringatan yang penting  adalah hati-hati terhadap kulit sensitif terhadap bahan yang terkandung pada produk ini.

Peringatan tersebut bisa mengingatkan konsumen untuk lebih berhati-hati dalam memilih minyak esensial yang sesuai dengan kondisi kulit masing-masing.

Ini juga menunjukkan bahwa produsen minyak esensial bertanggung jawab memberi informasi yang dibutuhkan konsumennya dan turut menghindarkan konsumen dari resiko pemakaian yang salah. (*Dini Afrianti Efendi)

Berita Terkait

Berita Terkini