Gaya Jokowi Pakai Batik saat Makan Bakso Bareng Prabowo, Ini Filosofinya

Apa makna filosofis batik yang dikenakan Jokowi saat makan bersama Prabowo Subianto di Magelang?

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Selasa, 30 Januari 2024 icon 14:00 WIB
Gaya Jokowi Pakai Batik saat Makan Bakso Bareng Prabowo, Ini Filosofinya

Joko Widodo (Instagram/jokowi)

Presiden Joko Widodo terlihat makan bakso bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Jokowi dan Prabowo makan di Bakso Pak Sholeh Bandongan, Magelang, Jawa Tengah, Senin (29/1/2024).

Pada momen itu, Jokowi terlihat mengenakan kemeja batik lengan panjang dengan motif sekar jagad dari berbagai kombinasi yang unik. Presiden memadukannya dengan celana panjang berwarna hitam. Di sisi lain, Prabowo Subianto terlihat rapi mengenakan kemeja putih lengan panjang dengan celana panjang hitam. 

Momen ini tentu menyita perhatian publik jelang Pilpres 2024. Seperti diketahui, Prabowo merupakan capres nomor urut 1. Baru-baru ini, Jokowi juga mengatakan bahwa seorang presiden dan wakil presiden dibolehkan untuk berkampanye dalam pemilu sesuai dengan ketentuan Undang-undang (UU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Baca Juga: Kerap Tampil Sederhana, Siapa Sangka Selvi Ananda Punya Gantungan Tas Seharga 10 Kali Lipat UMR Solo

Terlepas dari hal itu, bicara soal batik Jokowi, corak sekar jagad disusun dari tambalan-tambalan yang terlihat tak teratur dari berbagai jenis ragam hias batik lainnya. 

Pembatas antara ragam hias biasanya berupa liukan garis. Ini ibarat pulau-pulau yang berdampingan dan menampilkan coraknya tersendiri.

Beberapa corak batik yang ada di kemeja Presiden Jokowi antara lain kawung, truntum, lereng, hingga sawat. Semua itu memang biasa digunakan untuk mengisi batik sekar jagad.

Baca Juga: Desainer Kebanggaan Tanah Air, Biaya Sekolah Didit Hediprasetyo Tembus Rp1 Miliar

Melansir laman Kemenparekraf, corak sekar jagad sendiri berasal dari daerah Solo dan Yogyakarta. Ini termasuk motif batik tradisional yang sarat akan nilai-nilai filosofi. 

Sekar jagad diambil dari kata "kar" yang dalam bahasa Belanda berarti peta dan "jagad" berarti dunia dalam bahasa Jawa. 

Jadi, filosofi di balik motif sekar jagad tidak sekadar sebagai peta dunia, melainkan juga menggambarkan keindahan keberagaman di Indonesia sehingga membuat siapa saja melihatnya terpesona.

Baca Juga: Gaya Kahiyang Ayu Pakai Tas Sejuta Artis, Harganya Lebih dari Rp40 Juta

Corak sekar jaga juga bisa dimaknai sebagai sebuah keindahan dan keluhuran kehidupan dunia yang penuh dengan ragam perbedaan dan saling berdampingan. 

BERITA TERKAIT