Ragam

Stres Parenting Itu Nyata! Kim Tae Hee Akui Mengalaminya Meski Hidup Mapan

Kim Tae Hee curhat soal realita jadi ibu: stres parenting itu nyata, lho, meski hidup finansial mapan. Simak pengalaman jujurnya!

Vania Rossa | Natasya Regina Melati

Kim Tae Hee (Instagram/kimtaehee99)
Kim Tae Hee (Instagram/kimtaehee99)

Dewiku.com - Aktris populer Korea Selatan, Kim Tae Hee, kembali menyita perhatian publik setelah tampil di episode terbaru acara bincang-bincang tvN You Quiz on the Block yang tayang pada Rabu (20/8/2025). Dalam kesempatan itu, istri dari penyanyi sekaligus aktor Rain ini berbicara blak-blakan tentang kehidupan keluarganya, mulai dari cara membesarkan dua putri mereka hingga tantangan emosional yang ia alami sebagai seorang ibu.

Kim Tae Hee mengaku berusaha sebisa mungkin tidak meninggikan suara kepada anak-anaknya. Namun, tekanan dan kelelahan kerap membuat emosinya teralihkan ke orang-orang terdekat, seperti ibunya sendiri atau sang suami.

Ia menegaskan sebenarnya tidak ingin hal itu terjadi, tapi kedua putrinya selalu memanggil dirinya di segala situasi sehingga tak jarang rasa lelah menumpuk.

Saat ditanya seperti apa peran Rain sebagai ayah, Kim Tae Hee tak bisa menahan tawa. Menurutnya, sang suami cenderung ingin terlihat sebagai “ayah keren” di depan anak-anak.

Rain disebut gemar memberi hadiah hingga diam-diam menyelipkan camilan untuk putri-putrinya. Sementara itu, Kim Tae Hee lebih disiplin soal makanan sehat dan bergizi, sehingga sering kali gaya pengasuhan mereka terlihat kontras.

Tak hanya soal parenting, aktris berusia 45 tahun ini juga menyinggung bahwa dirinya tengah melalui fase yang ia sebut “pemberontakan paruh baya”. Hal itu dipicu oleh didikan sang ibu yang keras dan disiplin, baik saat membesarkannya dulu maupun ketika kini membantu merawat cucu.

Kim Tae Hee mengaku di usia empat puluhan, ia justru sering merasa ingin menolak atau membantah semua nasihat ibunya, meski sadar bahwa niat sang ibu hanya untuk kebaikan.

Lebih jauh, ia juga membagikan refleksi soal perjalanan menjadi seorang ibu. Putri pertama yang lahir di awal pernikahan disebutnya sebagai “honeymoon baby”. Ia bahkan menilai mengasuh anak lebih sulit dibandingkan proses melahirkan itu sendiri.

Meski sempat merasa ragu memiliki anak kedua, akhirnya putri keduanya lahir secara alami dan memberikan jeda panjang lima tahun dari aktivitasnya di dunia hiburan.

Kini, seiring anak-anak yang semakin besar, Kim Tae Hee mulai menemukan kembali gairahnya dalam dunia akting. Ia mengaku merasa lebih santai dan siap kembali berkarya, meski tetap menyadari bahwa mengasuh anak akan selalu datang dengan stres dan tantangannya tersendiri.

Di penghujung wawancara, Kim Tae Hee bahkan sempat menahan tangis ketika menyadari bahwa dirinya dulu kurang mengekspresikan kasih sayang kepada ibunya.

“Bu, aku sayang Ibu,” ucapnya dengan penuh haru.

Dari kisah Kim Tae Hee ini, kita bisa melihat bahwa stres parenting tetap ada meski kondisi finansial sudah mapan. Setelah ini, mari kita bahas beberapa faktor yang membuat pengasuhan anak bisa terasa begitu menguras emosi, bahkan bagi orang tua yang terlihat sudah memiliki segalanya.

Stres Parenting itu Nyata, Ini Faktornya!

Meski kondisi finansial sudah mapan, stres parenting tetap bisa muncul. Hal ini karena sumber stres pada orang tua ternyata bukan hanya soal uang, melainkan juga hal-hal lain yang cukup kompleks.

Mulai dari tekanan sosial, ekspektasi diri, hubungan dengan pasangan, sampai kebutuhan personal yang sering terabaikan. Jadi, meski secara ekonomi nyaman, tantangan emosional dan psikologis tetap bisa terasa berat.

  • Tekanan Sosial dan Ekspektasi Diri

Lingkungan sekitar sering kali menaruh standar tinggi terhadap orang tua. Misalnya, harus selalu tampil sempurna dalam mengasuh anak. Ketika tidak bisa memenuhi standar itu, orang tua bisa merasa bersalah atau bahkan minder. Lama-lama, kondisi ini bisa memicu stres yang tak kalah besar dari masalah finansial.

  • Kebutuhan Waktu untuk Diri Sendiri

Banyak orang tua, khususnya ibu, sering merasa bersalah kalau ingin punya me time. Padahal, kebutuhan untuk rehat sejenak itu wajar banget. Kalau terus dipendam, perasaan ini bisa menimbulkan stres dan rasa kelelahan berkepanjangan.

  • Dukungan Sosial dan Peran Pasangan

Pengasuhan anak bukan tugas satu orang saja. Kurangnya dukungan dari pasangan atau keluarga besar bisa bikin beban terasa semakin berat. Ketika tanggung jawab tidak terbagi dengan baik, orang tua bisa merasa sendirian menghadapi segalanya.

  • Masalah Psikologis

Ada juga faktor internal seperti rasa tidak percaya diri, perasaan terisolasi, atau terlalu kaku dalam menjalani peran orang tua. Hal-hal ini dapat memperburuk kondisi emosional dan membuat stres pengasuhan semakin sulit diatasi.

  • Karakteristik Anak

Setiap anak punya sifat yang berbeda. Misalnya, anak yang lebih sulit beradaptasi atau sering menunjukkan perilaku menantang bisa membuat orang tua lebih mudah merasa kewalahan. Kondisi ini juga bisa menjadi salah satu sumber stres yang signifikan.

Dari sini bisa terlihat bahwa stres parenting adalah fenomena yang kompleks. Uang memang bisa mengurangi beban finansial, tapi tidak otomatis membuat orang tua bebas dari tekanan.

Tantangan tetap ada dalam bentuk lain, seperti tuntutan sosial, ekspektasi pribadi, dinamika keluarga, hingga karakter anak. Jadi, penting bagi orang tua untuk punya dukungan yang kuat, menjaga keseimbangan hidup, serta memberi ruang bagi diri sendiri agar lebih siap menghadapi dinamika pengasuhan sehari-hari.

Berita Terkait

Berita Terkini