Ragam
Hari Kesetaraan Perempuan: Sitti Yara Ajak Perempuan Nggak Takut Masuk Politik
Politik bukan milik laki-laki saja: perempuan harus ikut menentukan arah bangsa.
Vania Rossa

Dewiku.com - Hari Kesetaraan Perempuan yang diperingati setiap tahun bukan sekadar momentum seremonial, tetapi pengingat penting bahwa perempuan memiliki peran strategis dalam berbagai sektor, termasuk politik.
Salah satu tokoh yang konsisten menyuarakan hal ini adalah Sitti Yara. Menurutnya, dunia politik bukan hanya milik laki-laki. Perempuan juga harus berani tampil, bersuara, dan ikut menentukan arah kebijakan bangsa.
Sitti Yara menegaskan bahwa kesenjangan representasi perempuan di politik masih menjadi tantangan besar.
Data terbaru menunjukkan, jumlah perempuan yang duduk di parlemen atau menduduki posisi strategis di pemerintahan masih jauh di bawah angka ideal.
Padahal, kehadiran perempuan sangat penting untuk memastikan kebijakan yang dihasilkan lebih inklusif dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat luas, termasuk isu-isu yang selama ini kurang mendapat perhatian, seperti perlindungan anak, kesehatan ibu, dan pemberdayaan ekonomi.
Mengubah Paradigma: Politik Bukan Dunia yang Keras untuk Perempuan
Salah satu penyebab perempuan enggan masuk ke dunia politik adalah stigma bahwa politik itu keras dan penuh konflik.
Sitti Yara mematahkan anggapan tersebut. Menurutnya, politik justru membutuhkan kepekaan, empati, dan kemampuan komunikasi yang baik—sifat yang banyak dimiliki perempuan.
“Perempuan jangan takut karena merasa politik itu kejam. Justru kita harus masuk untuk membawa perubahan dan menghadirkan nilai-nilai baru,” ujarnya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Banyak perempuan yang sebenarnya memiliki kapasitas, tetapi ragu karena minimnya dukungan sosial.
Baca Juga
Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Bukan Kebetulan, Kurangnya Edukasi Gender Jadi Penyebab
Gen Z Kompak Bilang Lara Raj Katseye Standar Cantik Universal, Emang Apa Alasannya?
Bukan Sekadar Nyeri Haid, Supermodel Ini Ungkap Penyakit yang Diam-Diam Bisa Rusak Hidup Perempuan
Kim Tae Hee Comeback! Tapi Ngaku Parenting Lebih Menantang dari Dunia Akting
6 Gaya Cardigan ala Anggita Kusuma Dewi, Simpel tapi Auto Chic!
Stres Parenting Itu Nyata! Kim Tae Hee Akui Mengalaminya Meski Hidup Mapan
Oleh karena itu, perubahan harus dimulai dari mindset masyarakat bahwa perempuan punya hak yang sama untuk memimpin.
Kuota Perempuan Belum Cukup
Meski aturan tentang keterwakilan perempuan minimal 30 persen sudah diterapkan, kenyataannya jumlah perempuan di parlemen belum mencapai angka ideal.
Menurut Sitti Yara, kuota hanyalah pintu awal. Yang terpenting adalah bagaimana perempuan bisa menunjukkan kualitasnya sehingga masyarakat percaya dan memberikan mandat.
“Kita harus keluar dari zona nyaman, karena suara kita dibutuhkan untuk kebijakan yang lebih adil,” tegasnya.
Ajakan untuk Generasi Muda Perempuan
Sitti Yara juga mengajak generasi muda, khususnya perempuan milenial dan Gen Z, untuk mulai melek politik.
Menurutnya, politik bukan hanya tentang menjadi anggota legislatif atau pejabat, tetapi juga soal kesadaran akan hak dan kewajiban sebagai warga negara.
“Mulailah dari hal kecil, seperti ikut dalam organisasi, berani menyuarakan pendapat, dan paham isu sosial. Dari situ kita bisa melangkah lebih jauh,” katanya.
Momentum Hari Kesetaraan Perempuan ini menjadi pengingat bahwa perjuangan belum selesai. Perempuan tidak boleh hanya menjadi penonton dalam panggung politik, tetapi harus berani naik ke atas panggung, memegang peran, dan ikut menentukan arah masa depan bangsa.
(Clarencia Gita Jelita Nazara)