Ragam
Bukan Sekadar Nyeri Haid, Supermodel Ini Ungkap Penyakit yang Diam-Diam Bisa Rusak Hidup Perempuan
Endometriosis bukan sekadar nyeri haid biasa. Supermodel Barbara Palvin ungkap operasi yang mengubah hidupnya dan mengingatkan perempuan lain untuk segera memeriksakan diri jika alami gejala serupa.
Vania Rossa

Dewiku.com - Barbara Palvin baru-baru ini berbagi kisah personal yang cukup mengejutkan. Supermodel asal Hungaria itu mengungkapkan bahwa dirinya baru saja menjalani operasi endometriosis, pengalaman yang ia ceritakan lewat unggahan di Instagram pribadinya pada Minggu (17/8/2025).
Barbara menuliskan bagaimana ia sempat berjuang menghadapi gejala yang kerap muncul setiap kali menstruasi. Mulai dari rasa lelah berlebihan, nyeri hebat, aliran darah yang tidak teratur, hingga sulit tidur. Kondisi ini berlangsung lama hingga akhirnya ia menyadari ada yang tidak beres dengan tubuhnya.
Padahal, Barbara rutin melakukan pemeriksaan tahunan ke dokter kandungan. Namun, endometriosis bukanlah kondisi yang bisa terdeteksi hanya lewat pemeriksaan umum. Dari situlah ia disarankan untuk menemui dokter spesialis, yang akhirnya membawa Barbara pada keputusan menjalani operasi dalam kurun waktu tiga bulan.
Dalam wawancaranya bersama Duta Armani Beauty, Barbara mengaku bersyukur sudah mengambil langkah tersebut. Setelah operasi, siklus menstruasinya terasa lebih nyaman, dan ia bisa kembali beraktivitas dengan tenang.
“Operasi itu sangat membantu saya, dan saya bersyukur telah melakukannya. Diagnosis dan pengobatan dini sangat penting untuk mencegah komplikasi jangka panjang. Sekarang saya lebih memperhatikan tubuh saya agar bisa bertindak cepat bila ada gejala. Saya gembira menyambut babak baru hidup saya dan siap kembali bekerja,” tulisnya.
Barbara juga mendorong perempuan lain untuk tidak menyepelekan gejala serupa. Ia menegaskan, semakin cepat ditangani, semakin besar kemungkinan untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan nyaman.
Apa Itu Endometriosis?
Menurut Mayo Clinic, endometriosis adalah kondisi menyakitkan ketika jaringan yang mirip dengan lapisan dalam rahim justru tumbuh di luar rahim. Umumnya, jaringan ini memengaruhi ovarium, tuba falopi, dan jaringan panggul. Dalam kasus jarang, jaringan endometriosis bahkan bisa tumbuh di luar area panggul.
Masalahnya, jaringan ini tetap berfungsi seperti jaringan rahim—ia menebal, rusak, dan berdarah setiap kali menstruasi. Bedanya, darah tidak bisa keluar dari tubuh, sehingga menimbulkan kista, peradangan, dan rasa sakit hebat. Dalam jangka panjang, endometriosis juga bisa memengaruhi kesuburan.
Gejala Endometriosis yang Perlu Diwaspadai:
Baca Juga
Kim Tae Hee Comeback! Tapi Ngaku Parenting Lebih Menantang dari Dunia Akting
6 Gaya Cardigan ala Anggita Kusuma Dewi, Simpel tapi Auto Chic!
Tiket Konser Sold Out? Begini Cara Tetap Nonton Super Junior Super Show 10 di CGV
Harga Tumis Kangkung Pinkan Mambo Bikin Kaget: Bisa Dapet Steak Mewah!
Apa Itu Beige Flag, Sinyal Hubungan yang Nggak Bahaya Tapi Bisa Bikin Mikir Dua Kali
Puan Maharani Ikutan Padel, Harga Raketnya Nggak Main-Main: Setara UMR Kota Malang!
- Nyeri haid berlebihan: nyeri panggul, kram hebat, nyeri punggung bawah, dan sakit perut yang berlangsung berhari-hari.
- Nyeri saat berhubungan seksual: rasa sakit muncul selama atau setelah berhubungan intim.
- Nyeri saat buang air besar atau kecil: terutama sebelum atau selama menstruasi.
- Pendarahan berlebihan: menstruasi lebih berat dari biasanya atau perdarahan di luar siklus.
- Infertilitas: banyak kasus baru terdeteksi ketika perempuan melakukan pemeriksaan kesuburan.
- Gejala lain: kelelahan, diare, sembelit, kembung, atau mual—biasanya muncul sebelum atau sesudah menstruasi.
Meski begitu, ada pula perempuan yang tidak merasakan gejala sama sekali. Karena itulah, penting untuk segera memeriksakan diri bila merasakan sesuatu yang janggal saat menstruasi.
Barbara Palvin menjadi contoh nyata bahwa mendengarkan tubuh sendiri adalah langkah penting. Kisahnya bisa menjadi pengingat bagi banyak perempuan: jangan pernah mengabaikan rasa sakit, sekecil apa pun, karena bisa jadi itu tanda dari kondisi serius yang membutuhkan perhatian medis.
Pada akhirnya, kisah Barbara Palvin bukan cuma tentang operasi medis, tapi juga soal keberanian untuk mendengarkan tubuh sendiri. Banyak perempuan terbiasa menormalkan rasa sakit saat haid, padahal tidak semuanya wajar. Dengan lebih mindful terhadap sinyal yang dikirim tubuh, kita bisa mencegah komplikasi lebih serius dan memberi diri kita kesempatan untuk hidup lebih sehat.
(Himayatul Azizah)