Ragam

Cewek Ogah Hidup Kayak Ibunya, Cowok Malah Cari Pasangan Mirip Ibunya: Kenapa Bisa Beda?

Kenapa banyak perempuan tidak ingin hidup seperti ibunya, tapi di sisi lain banyak pria justru menginginkan pasangan yang mirip dengan ibunya? Yuk kita bahas!

Vania Rossa | Natasya Regina Melati

Ilustrasi pandangan wanita vs pria soal pasangan (Freepik/evening_tao)
Ilustrasi pandangan wanita vs pria soal pasangan (Freepik/evening_tao)

Dewiku.com - Kalau ngomongin soal relasi perempuan, keluarga, dan pernikahan, pasti ada aja topik yang bikin perdebatan panjang. Salah satunya adalah fenomena yang mungkin sering kamu dengar: kenapa banyak perempuan tidak ingin hidup seperti ibunya, tapi di sisi lain banyak pria justru menginginkan pasangan yang mirip dengan ibunya?

Menariknya, pandangan ini bukan cuma sekadar omongan basa-basi. Stigma sosial memang masih sering berat sebelah. Contohnya, ketika pria menikah sering dianggap wajar dengan alasan “biar ada yang ngurusin”. Sementara perempuan kerap didesak cepat menikah karena kalau “kelamaan nanti nggak ada yang mau”.

Di sini kita bisa melihat bagaimana standar yang ditaruh ke laki-laki dan perempuan jelas berbeda. Laki-laki sering menjadikan ibunya sebagai standar ideal pasangan. Sedangkan perempuan, justru ada yang melihat pengalaman ibunya sebagai bentuk trauma yang tidak ingin mereka ulangi dalam kehidupannya sendiri.

Bahkan, ada penelitian yang menyebutkan bahwa kebahagiaan manusia bisa dilihat dari dua kelompok besar: married men (pria menikah) dan single women (wanita lajang). Dari situ saja sudah terlihat adanya perbedaan pengalaman yang cukup signifikan antara laki-laki dan perempuan dalam urusan pernikahan.

Nah, habis ini kita bakal bahas lebih dalam: kenapa perempuan cenderung tidak ingin hidup seperti ibunya, sementara pria malah mengidamkan pasangan yang punya sifat serupa dengan sang ibu?

Alasan Perempuan Tak Mau Hidup Seperti Ibunya

Bagi sebagian perempuan, pengalaman melihat perjuangan ibunya bisa jadi pelajaran sekaligus peringatan. Ada yang merasa hidup sang ibu terlalu berat, penuh tekanan, atau kurang dihargai, sehingga mereka tidak ingin mengalami hal serupa.

1. Faktor Pengalaman Pribadi dan Sosial

  • Stres dan Beban Menjadi Ibu Rumah Tangga: Banyak ibu rumah tangga merasa pekerjaannya tak pernah selesai, tapi kurang dihargai. Rasa kesepian dan stres ini membuat anak perempuan berpikir dua kali untuk mengikuti jejak tersebut.
  • Tekanan Finansial: Hidup semakin mahal, biaya anak makin tinggi. Hal ini bikin sebagian wanita khawatir tak mampu memberi kehidupan layak jika harus mengulang peran seperti ibunya.
  • Tekanan Sosial: Di masyarakat, ibu rumah tangga kadang dianggap “kurang bernilai” dibanding perempuan yang berkarier. Akhirnya, banyak perempuan lebih memilih mengejar pengakuan lewat pekerjaan.

2. Faktor Kepribadian dan Keinginan Pribadi

  • Ingin Mengejar Karier: Perempuan modern punya lebih banyak kesempatan untuk mandiri dan berprestasi. Karier jadi salah satu alasan mereka enggan mengulang pola hidup ibunya.
  • Pola Asuh Negatif: Ada yang tumbuh dengan ibu yang keras, mengontrol, atau kurang perhatian. Hal ini membuat mereka ingin memutus siklus dan hidup berbeda.
  • Ciri Ibu yang Dianggap Negatif: Egois, menindas, atau destruktif—sifat-sifat ini bisa jadi alasan kuat kenapa seorang anak perempuan enggan meniru ibunya.
  • Keinginan Akan Kebebasan: Banyak perempuan juga ingin hidup bebas, tidak terlalu terikat dengan peran tradisional, termasuk soal menikah atau punya anak.

3. Faktor Psikologis

  • Luka Batin (Mother Wound): Kurangnya kasih sayang di masa kecil bisa meninggalkan trauma yang membuat seorang anak perempuan menjaga jarak dengan peran “ibu”.
  • Takut Jadi Ibu yang Buruk: Tekanan sosial untuk jadi “ibu sempurna” kadang bikin perempuan khawatir gagal, sehingga memilih jalan berbeda.

Kenapa Pria Cenderung Cari Pasangan Mirip Ibunya

Sementara itu, laki-laki seringkali justru mencari pasangan yang mengingatkan pada sosok ibu mereka. Tapi ini bukan soal fisik, melainkan lebih ke sifat, perhatian, dan rasa nyaman yang mereka dapat sejak kecil.

1. Figur Cinta Pertama

Ibu adalah sosok wanita pertama yang hadir penuh kasih sayang dalam hidup seorang pria. Tak heran kalau gambaran tentang wanita ideal kerap berawal dari figur ibu.

2. Mencari Kenyamanan dan Keamanan

Pria biasanya merasa tenang dengan pasangan yang memberi rasa aman, mirip dengan pengalaman bersama ibunya. Perhatian kecil, empati, hingga kelembutan jadi hal yang dicari.

3. Pengaruh Pola Asuh

Hubungan masa kecil dengan ibu membentuk cara pandang laki-laki terhadap perempuan. Kalau hubungan ini hangat, biasanya mereka akan mencari pasangan dengan karakter serupa.

4. Faktor Psikologis

  • Kompleks Oedipus: Dalam teori psikologi, ada kecenderungan pria tanpa sadar tertarik pada wanita mirip ibunya sebagai bentuk “perbaikan hubungan” atau pencarian kembali keintiman masa kecil.
  • Menebus Rasa Bersalah: Ada juga yang mencari sosok mirip ibu sebagai cara menebus kesalahan masa lalu, misalnya pernah menyakiti hati ibu.
  • Identifikasi dan Panutan: Ibu sering jadi panutan utama. Dari caranya bersikap hingga nilainya, semua jadi tolok ukur dalam mencari pasangan.

Perbedaan ini menunjukkan bagaimana pengalaman masa kecil, pola asuh, hingga pandangan sosial membentuk pilihan hidup seseorang. Perempuan bisa saja menolak mengulang jalan ibunya demi kebebasan dan identitas diri, sementara pria merasa nyaman mencari sosok pasangan yang serupa dengan ibunya.

Tidak ada yang salah dengan pilihan ini—karena setiap orang punya cara sendiri untuk belajar dari masa lalu dan menentukan hidup yang diinginkannya.

Berita Terkait

Berita Terkini