Relationship

Cinta dan Kokain Pengaruhi Otak dengan Cara Serupa, Bikin Mabuk Semua?

Apa persamaannya cinta dan kokain?

Rima Sekarani Imamun Nissa

Pasangan makan bersama. (Pixabay/StockSnap)
Pasangan makan bersama. (Pixabay/StockSnap)

Dewiku.com - Sebuah penelitian menarik membahas perasaan romantis cinta dan kegembiraan yang dirasakan seseorang saat berada dalam suatu hubungan. Rupanya, cinta punya efek yang sama di bagian otak, layaknya saat seseorang mengonsumsi obat-obatan seperti kokain dan opium.

Dilansir dari Times of India, para peneliti di Stanford University mengamati perilaku 15 siswa, yang terdiri dari delapan perempuan dan tujuh laki-laki. Setiap responden diperlihatkan foto-foto pasangan mereka sambil dibuat merasakan sakit yang ringan pada telapak tangan masing-masing.

Bersamaan dengan ini, otak para responden dipindai oleh mesin pencitraan resonansi magnetik fungsional. Mereka juga diminta menilai rasa sakit pada setiap akhir sesi.

Para peneliti kemudian menyimpulkan bahwa perasaan yang timbul saat peserta melihat foto-foto tersebut memiliki efek yang sama dengan obat penghilang rasa sakit. Bukan hanya itu, pemindaian otak juga mengindikasikan bahwa perasaan tersebut berdampak sama pada bagian otak ketika seseorang mengonsumsi obat-obatan seperti kokain dan morfin.

Ilustrasi pasangan jatuh cinta. (Shutterstock)
Ilustrasi pasangan jatuh cinta. (Shutterstock)

Penelitian ini juga mengungkapkan bahwa hanya dengan melihat foto pasangannya, rasa sakit responden berkurang secara intens hingga sebesar 12 persen, sedangkan rasa sakit yang sedang malah bisa mencapai 45 persen. Selain itu, mengganti foto pasangan dengan teman yang menarik juga bisa menunjukkan efek analgesik ringan.

Para peneliti pun mencoba menggali lebih dalam tentang masalah ini dengan menganalisis bagaimana kegiatan lain. Contohnya, menyelesaikan soal matematika sederhana ternyata juga bisa mengalihkan perhatian para peserta dan membantu mengurangi efek rasa sakit.

Jarred Younger, salah satu penulis hasil penelitian, mengatakan analgesia yang diinduksi oleh cinta jauh lebih terkait dengan pusat-pusat penghargaan pada otak.

Ilustrasi perempuan jatuh cinta. (Shutterstock)
Ilustrasi perempuan jatuh cinta. (Shutterstock)

Ini tampaknya melibatkan aspek yang lebih primitif dari otak, mengaktifkan struktur dalam yang dapat memblokir rasa sakit pada tingkat tulang belakang: serupa bagaimana analgesik opioid bekerja.

''Salah satu situs utama untuk analgesia yang disebabkan cinta adalah nucleus accumbens, pusat kecanduan hadiah utama untuk opioid, kokain, dan obat-obatan terlarang lainnya. Wilayah ini memberi tahu otak bahwa kamu benar-benar perlu terus melakukannya,'' kata dia.

Sekali lagi, itulah mengapa cinta dan kokain dapat mempengaruhi otak dengan cara yang sama. 

 

Sumber: Suara.com/Dinda Rachmawati

Berita Terkait

Berita Terkini