Relationship

Hampir Tewas Dibunuh Pacar, Begini Pesona Chloe Pidgley Sekarang

Chloe Pidgley adalah cucu pengusaha properti asal Inggris, Tony Pidgley.

Vika Widiastuti | Rima Suliastini

Chloe Pidgley. (Instagram/@chloepidgley)
Chloe Pidgley. (Instagram/@chloepidgley)

Dewiku.com - Gadis ini tersenyum manis ke arah kamera. Nggak ada yang menyangka jika dulu nyawanya hampir habis ditangan kekasih hatinya, Henry. Yup, Chloe pernah disiksa oleh Henry yang kala itu masih berstatus pacarnya.

Dilansir dari The Sun, peristiwa yang terjadi tahun 2018 itu membuatnya sangat ketakutan. Dada Chloe ditimpa oleh Henry hingga dia tak bisa bernafas.

''Saat itu aku tahu. aku akan mati,'' ujarnya seperti yang dilansir dari The Sun.

Pria pengangguran itu juga mencekik leher Chloe berkali-kali. Dia ngamuk sejadi-jadinya dan menimpa Chloe dengan kursi besar. Henry bahkan menjatuhkan radiator di atas kepalanya.

Chloe Pidgley. (Instagram/@chloepidgley)
Chloe Pidgley. (Instagram/@chloepidgley)

Saat kejadian, kepala Chloe sudah bocor dan darah dimana-mana.

Sepertinya Henry ingin memanfaatkan kekayaan keluarga Chloe dan berbuat sejauh itu. Usut punya usut, Chloe memang memiliki latar belakang keluarga miliuner.

Kakeknya adalah seorang pengusaha real estate terpandang di Inggris, Tony Pidgley. Namun Chloe ingin hidup mandiri dan bebas dari iming-iming kekayaan keluarganya.

Dia memilih bekerja jadi resepsionis di sebuah perusahaan biasa.

Selama itu hidupnya baik-baik saja hingga dia bertemu degan Henry, pria yang jadi kekasih sekaligus penikam alat berat pada dirinya kelak.

Chloe Pidgley. (Instagram/@chloepidgley)
Chloe Pidgley. (Instagram/@chloepidgley)

Henry diduga tergiur dengan kekayaan Chloe, apalagi gadis ini mendapatkan uang sebanyak Rp18 miliar dari keluarganya. Kekayaan keluarga Chloe sendiri mencapai Rp570 miliar.

Chloe mengaku jika dia tidak pernah serius dengan Henry. Ketika hubungan mereka diputuskan oleh Chloe, Henry nggak terima dan melakukan kekerasan hingga nyawanya hampir melayang.

Berita Terkait

Berita Terkini