Relationship

Bukannya Susah Jodoh, Ini 7 Alasan Masyarakat Jepang Pilih Tetap Melajang

Ada beberapa pertimbangan yang pada akhirnya sering membuat masyarakat Jepang memilih untuk tetap melajang.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Ilustrasi Menikah (Pexels/Jonathan Borba)
Ilustrasi Menikah (Pexels/Jonathan Borba)

Dewiku.com - Banyak orang mendambakan hadirnya pasangan dalam hidup, tapi ada pula yang memilih untuk tetap melajang. Meski memilih untuk tetap lajang hingga menutup usia merupakan hal yang masih dianggap aneh atau tidak biasa di Indonesia, hal ini tak berlaku bagi masyarakat di Jepang.

Melansir Brightside, ada beberapa alasan di balik masyarakat Jepang yang memilih tetap melajang.

Wanita Jepang ingin mengandalkan kekuatan mereka sendiri

Wanita di Jepang memilih untuk tetap melajang karena ingin mengetahui bagaimana mereka dapat hidup sendiri (tanpa pasangan) dan menemukan kekuatan yang mereka punya. Hingga beberapa waktu lalu, mereka yang memilih untuk tetap melajang harus menderita akibat penghinaan yang mereka terima dari komunitasnya, tapi saat ini hal tersebut sudah memudar.

Ilustrasi perempuan Jepang mengenakan kimono. (Pixabay/Sasin Tipchai)
Ilustrasi perempuan Jepang mengenakan kimono. (Pixabay/Sasin Tipchai)

Kehidupan pernikahan tampak menjadi beban bagi wanita Jepang

Sekarang semakin banyak wanita Jepang yang punya pekerjaan dan penghasilan sendiri. Walau hal ini tampak hebat, norma budaya mereka tidak mendukung hal itu. Seorang istri masih harus memikul tanggung jawab mengasuh anak dan melakukan pekerjaan rumah tangga, serta diharapkan untuk membantu kerabat lansia.

Karena standar ganda ini, wanita Jepang sama sekali tak punya keinginan untuk menikah serta ingin tetap fokus pada kebebasan dan karir mereka.

Wanita Jepang ingin fokus pada karir mereka

Walau 70-75 persen wanita berusia 25-60 tahun ke atas punya pekerjaan, karir mereka terhenti ketika menikah dan punya anak. Hal ini menyebabkan wanita Jepang mendapatkan lebih banyak tanggung jawab di rumah yang harus mereka lakukan sendiri setelah menikah.

Gara-gara itu, mereka akan memiliki waktu yang lebih sedikit untuk melakukan hal yang mereka sukai, termasuk mengerjakan pekerjaan mereka. Itulah alasan lain mengapa mereka memilih untuk tetap fokus pada karir dan melajang saja.

Punya kerabat lansia yang harus diurus

Beberapa wanita memilih tetap melajang demi menjaga kerabat atau anggota keluarganya yang sudah tua, terutama ibunya. Mereka merasa seperti tidak memiliki keberanian meninggalkan kerabat lansianya untuk menikah, meskipun mereka punya kesempatan untuk menikah.

Ilustrasi nenek. (Pixabay/StockSnap)
Ilustrasi nenek. (Pixabay/StockSnap)

Pria Jepang merasa tak bisa menghidupi istri dan keluarga

Menurut pria Jepang, kehidupan dan pekerjaan mereka tak memotivasi mereka untuk menikah dan berkeluarga. Hal ini membikin banyak pria yang memutuskan untuk tetap melajang.

Menurut norma sosial, laki-laki merupakan sosok yang mesti mengurus istri dan keluarga secara finansial, dan banyak dari mereka yang merasa tak mampu melakukannya.

Pria di Jepang ingin menghabiskan uang cuma untuk diri sendiri

Salah satu alasan pria di Jepang lebih memilih melajang adalah tidak ingin menghabiskan uang mereka untuk orang lain. Mereka ingin membelanjakannya untuk diri sendiri, punya kebebasan untuk menggunakan uang tanpa larangan apapun.

Kota-kota di Jepang membuat kehidupan lajang tampak lebih mudah

Orang Jepang kurang tertarik untuk menjalani hubungan dan lebih menyukai kebebasan, terutama karena kota sudah memberikan mereka kehidupan lajang yang sangat mudah. Bahkan, ada restoran yang khusus menyajikan solo dinner dan hotel kapsul yang dirancang untuk pria yang berpergian sendiri. (*Vania Rossa)

Berita Terkait

Berita Terkini