Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Dampak Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

Diskriminasi gender di tempat kerja bahkan dikatakan dapat merusak kesehatan mental.

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Rabu, 18 Agustus 2021 icon 08:05 WIB
Pengaruhi Kesehatan Mental, Ini Dampak Diskriminasi Gender di Tempat Kerja

ilustrasi bekerja. (Pexels/Andrea Piacquadio)

Diskriminasi gender yang dialami perempuan di tempat kerja, mulai dari perbedaan beban kerja, gaji, dan tanggung jawab hingga pelecehan seksual, tak bisa diremehkan efeknya. Hal tersebut bahkan dikatakan berpotensi mengganggu kesehatan mental.

Melansir Healthshots, kesehatan mental yang terganggu akibat diskriminasi bikin perempuan rentan mengalami depresi.

Dr Samir Parikh, Director Department of Mental Health and Behavioral Sciences, Fortis Healthcare, masalah diskriminasi gender ini penting untuk diakui keberadaannya.

Baca Juga: Jangan Tanyakan 6 Hal Ini kepada Teman Kerja, Salah Satunya Perkara Ranjang

"Memang benar bahwa gender memainkan peran penting dalam kehidupan kita. Namun penting juga untuk menyadari ketidaksetaraan sosial yang mungkin dihadapi seseorang karenanya," ungkap dia.

Ilustrasi pekerja perempuan. (Pixabay/kaboompics)
Ilustrasi pekerja perempuan. (Pixabay/kaboompics)

"Kesadaran akan adanya diskriminasi gender bakal memastikan bahwa Anda dapat memproses dan menangani efek kesehatan mental dari ketidaksetaraan itu," imbuh Dr. Samir Parikh.

Bagaimana cara menyikapi dampak kesehatan mental dari diskriminasi gender? Menurut Dr. Parikh, harus ada pendekatan dua arah dalam menangani ketidaksadaran gender dan kesehatan mental. Masalah ini mestis ditangani, baik pada level individu maupun tatanan sosial.

Baca Juga: Dampak Pandemi, 1 dari 4 Orang Tak Merasakan Pelukan Lebih dari Setahun

Untuk penanganan diskriminasi gender level individu, ada tiga rekomendasi yang dapat dilakukan, di antaranya:

Bicarakan dengan teman dekat dan keluarga

Kalau mengalami diskriminasi gender, kamu harus berbicara tentang emosimu dengan teman dekat dan keluarga. Ini penting untuk menemukan dukungan sekaligus kenyamanan saat kamu mengalami hal yang membuat stres.

Jangan membuat citra diri buruk

Ketika mengalami diskriminasi gender, kamu mungkin merasa kurang dihargai oleh orang-orang di sekitarmu. Bahkan, kamu merasa tak mampu menjalani hidup sesuai standar masyarakat.

Ilustrasi perempuan bekerja. (Pixabay/Pexels)
Ilustrasi perempuan bekerja. (Pixabay/Pexels)

Jika ini terjadi, jangan buat citra diri menjadi buruk. Bicaralah dengan profesional kesehatan mental terdekat atau lakukan kegiatan apapun yang bisa melindungi diri sendiri.

Lawan pelaku diskriminasi

Diskriminasi gender yang dialami bisa membuat trauma. Salah satu cara mengatasinya sdalah melawan dan meminta pelaku bertanggung jawab terhadap perbuatannya.

Misalnya kamu tak mendapatkan gaji yang setara, hubungi HRD di perusahaanmu. Kemudian, jika pelaku melecehkan Anda, hadapi mereka dan hubungi bantuan yang bisa mengatasi masalah gender.

Dr. Parikh mengatakan adanya dukungan sosial sangat penting untuk melawan diskriminasi gender menjadi upaya kolektif, demi menjadi masyarakat yang lebih setara.

Baca Juga: Gemar Main Aplikasi Kencan Berkaitan dengan Masalah Mental, Kok Bisa?

Selain itu, perusahaan harus memastikan untuk menciptakan lingkungan yang setara, baik itu karyawan laki-laki maupun perempuan. (*Aflaha Rizal Bahtiar)

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI