Trending

K-Beauty Bukan Lagi Sekadar Tren, Ini yang Membuatnya Terus Diminati

K-Beauty kini bukan lagi sekadar tren, tetapi berkembang menjadi bagian dari industri kecantikan global yang memadukan inovasi, budaya, lifestyle, dan pengalaman personal.

Vania Rossa

K-Beauty Bukan Lagi Sekadar Tren, Ini yang Membuatnya Terus Diminati
K-Beauty Bukan Lagi Sekadar Tren, Ini yang Membuatnya Terus Diminati

dewiku.com - Korean beauty atau K-Beauty pernah dikenal sebagai tren kecantikan yang datang bersama gelombang Korean Wave. Namun, popularitas skincare dan makeup asal Korea Selatan kini tampaknya sudah berkembang jauh melampaui sekadar tren.

K-Beauty telah menjadi bagian dari industri kecantikan global, dengan pendekatan yang tidak hanya menawarkan produk, tetapi juga inovasi, budaya, gaya hidup, hingga pengalaman yang membuat konsumen merasa lebih dekat dengan dunia kecantikan Korea.

Perkembangan tersebut terlihat dari nilai ekspor kosmetik Korea Selatan yang terus mencatat pertumbuhan. Data Pemerintah Korea Selatan menunjukkan, ekspor kosmetik Korea mencapai US$11,4 miliar pada 2025. Angka tersebut menjadi rekor tertinggi dan tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Skincare masih menjadi kontributor terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$8,53 miliar atau sekitar 74,7 persen dari total ekspor kosmetik Korea pada 2025. Pemerintah Korea Selatan bahkan memproyeksikan nilai ekspor kosmetik kembali meningkat menjadi US$12,5 miliar pada 2026.

Besarnya pasar tersebut menunjukkan bahwa daya tarik K-Beauty tidak hanya bergantung pada tren yang berganti dengan cepat. Produk-produk Korea mampu mempertahankan perhatian konsumen melalui inovasi formula, pengembangan ingredients, tekstur, kemasan, hingga cara produk tersebut dikomunikasikan kepada konsumen.

Dari Skincare hingga Self-Expression

Salah satu hal yang membuat K-Beauty tetap relevan adalah kemampuannya mengikuti perubahan kebutuhan konsumen.

Beauty enthusiasts kini tidak hanya mencari produk yang sedang viral. Mereka semakin memperhatikan ingredients, kondisi kulit, fungsi produk, personal skincare routine, hingga kecocokan produk dengan gaya hidup masing-masing.

Hal ini membuat kecantikan menjadi semakin personal. Tren tetap memiliki peran, tetapi keputusan untuk menggunakan sebuah produk semakin dipengaruhi oleh kebutuhan dan preferensi individu.

Di saat yang sama, K-Beauty juga tidak bisa dilepaskan dari budaya populer Korea. Musik, drama, fashion, makanan, hingga destinasi wisata ikut membentuk cara masyarakat dunia mengenal dan menikmati budaya Korea.

Beauty kemudian menjadi salah satu pintu masuk untuk mengenal budaya tersebut secara lebih luas.

“K-Beauty saat ini sudah berkembang jauh melampaui produk kecantikan. Ada culture, lifestyle, innovation, dan experience yang membuatnya terus relevan bagi konsumen di berbagai negara.”

Pernyataan tersebut disampaikan Nadya Ingrida Meidiyanti, Brand Manager Style Korean Indonesia.

Ketika Beauty Bertemu Budaya dan Pengalaman

Fenomena ini juga terlihat di Indonesia. Industri kecantikan nasional terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk skincare dan makeup.

Kementerian Perindustrian mencatat nilai pasar industri kosmetik Indonesia mencapai sekitar US$9,74 miliar pada 2025. Industri ini diproyeksikan tumbuh sekitar 4,33–4,37 persen per tahun.

Di tengah pertumbuhan tersebut, konsumen juga semakin terbiasa mencari pengalaman sebelum memutuskan membeli sebuah produk. Mencoba tekstur, mengikuti beauty class, bertemu beauty creator, hingga mendapatkan rekomendasi dari komunitas menjadi bagian dari perjalanan menemukan produk yang sesuai.

Karena itu, beauty festival kini tidak lagi hanya menjadi tempat untuk berbelanja. Acara semacam ini juga dapat menjadi ruang untuk bertemu komunitas, mengikuti tren, mengenal ingredients, sekaligus menikmati budaya populer yang berkaitan dengan dunia kecantikan.

Konsep tersebut kemudian dibawa dalam K-Beauty Fest 2026 yang digelar di Central Park, Jakarta.

Mengusung tema “Traveling Across Korea”, festival ini mengajak pengunjung menjelajahi berbagai karakter destinasi Korea, mulai dari Seoul, Seongsu, Gangnam, Jeju hingga Gyeongbokgung.

K-Beauty Fest 2026 (dok. ist)
K-Beauty Fest 2026 (dok. ist)

Lebih dari 30 brand Korea turut hadir, di antaranya Benton, Torriden, Medicube, Jumiso, Numbuzin, Clio, dan Luna.

Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai aktivitas, mulai dari Mission Games, Product Auction, Brand Quiz Show, Lucky Draw, Photobox hingga berbagai program yang mempertemukan beauty dengan Korean culture dan entertainment.

Sejumlah performer seperti Rossa, Rizky Febian, Adrian Khalif, dan Bilal Indrajaya juga dijadwalkan tampil, bersama beauty creator, influencer, artist, dan beauty expert.

Pada akhirnya, perkembangan K-Beauty menunjukkan bahwa kecantikan tidak lagi berdiri sendiri sebagai urusan produk. Di tangan konsumen masa kini, beauty bisa menjadi bagian dari gaya hidup, cara mengekspresikan diri, sekaligus pengalaman untuk mengenal budaya baru.

Dan mungkin itulah yang membuat K-Beauty mampu bertahan lebih lama dari sekadar sebuah tren.

×
Zoomed

Berita Terkini