Beauty

Girls, Jangan Percaya Lagi dengan 6 Mitos Selulit Ini

Banyak mitos tentang selulit yang beredar dan mungkin masih kamu percaya. Ketahui faktanya di sini yuk!

Rima Sekarani Imamun Nissa | Yuliana Sere

Jangan lagi percaya mitos-mitos selulit ini/Dr. Taz Bhatia
Jangan lagi percaya mitos-mitos selulit ini/Dr. Taz Bhatia

Dewiku.com - Anggapan selulit hanya dialami oleh orang yang memiliki kelebihan berat badan harus segera kamu singkirkan. Pasalnya, semua orang termasuk yang kurus sekalipun bisa memiliki selulit.

Selulit merupakan lemak yang terdapat di bawah kulit yang membuat kulit terlihat bergelombang.  Selulit biasanya terdapat di bokong, paha, pinggul, perut atau pun di lengan.

Banyak mitos yang beredar yang masih kamu percaya soal selulit. Kali ini Dewiku.com akan bahas 6 mitos yang sebaiknya jangan kamu percaya, dilansir dari Reader's Digest.

1. Hanya orang bertubuh gemuk yang bisa terkena selulit

Selulit dapat muncul di paha, perut, bokong, atau pun lengan/Beverly Hills Rejuvenation Center
Selulit dapat muncul di paha, perut, bokong, atau pun lengan/Beverly Hills Rejuvenation Center

Menurut Ellen Marmur, MD, dokter kulit di Marmur Medical, dan Associate Clinical Professor of Dermatology di Mount Sinai Medical Center di New York City, seorang model pun bahkan bisa memiliki selulit.

Ia menambahkan, sebenarnya belum diketahui secara pasti apa yang menyebabkan terjadinya selulit. Gen dan hormon mungkin berpengaruh. Namun, yang harus kamu ingat adalah bukan lemak penyebabnya.

2. Berat badan turun berarti selulit berkurang

Berat badan turun bukan berarti selulit berkurang/Medical Herald
Berat badan turun bukan berarti selulit berkurang/Medical Herald

Mitos ini masih dipercaya oleh hampir sebagian besar wanita.  Menurut situs web American Academy of Dermatology, selulit tetap akan ada bahkan setelah kamu mengurangi berat badanmu.

Jika ingin kulit terlihat lebih kencang dan halus, kamu harus rutin berolahraga.  Trik ini bisa kamu lakukan untuk membuat selulit menjadi tersamarkan.

3. Selalu ada penyebab selulit

Menurut dokter bedah plastik New York City, David Shafer, MD, anggapan ini salah. Selulit dapat disebabkan oleh genetika, penggunaan hormon, kondisi medis dan berat badan. Namun, ada beberapa orang yang memiliki selulit tanpa sebab yang diketahui.

Jason Emer, MD, seorang ahli bedah kulit di Beverly Hills, California menambahkan liposuction atau penyedotan lemak yang buruk atau tak tepat juga bisa menyebabkan selulit.

4. Selulit tak bisa disingkirkan

Selulit bisa disingkirkan/Aesthetics Hub
Selulit bisa disingkirkan/Aesthetics Hub

Deanne Mraz Robinson, MD, FAAD, Presiden dan Pendiri Dermatologi Modern mengatakan mitos ini tak benar.  Saat ini sudah banyak krim, lotion, ramuan dan alat yang menjanjikan untuk mengusir selulit.

Tetapi semua jenis pengobatan tersebut tak bisa mengatasi penyebab struktural selulit. Sebuah alat bernama Cellfina bisa membantu menghilangkan selulit hanya dalam waktu tiga hari dan bisa bertahan hingga tiga tahun.

5. Hanya orang dewasa yang memiliki selulit

Bukan hanya orang dewasa, anak remaja pun bisa memiliki selulit. Bahkan saat ini, anak sekolah dasar pun sudah memiliki selulit. Namun, selulit memang menjadi semakin terlihat jelas ketika seseorang menua. 

6. Tanning bisa mengurangi selulit

Tanning tak bisa mengurangi selulit/Integrity MediCenter-MediSpa
Tanning tak bisa mengurangi selulit/Integrity MediCenter-MediSpa

"Tanning tidak mengurangi selulit", ungkap Dr. Robinson. Menggelapkan kulit sebenarnya tak mengurangi selulit. Pada beberapa orang, tanning bisa mengurangi bekas selulit tetapi itu bukan perbaikan atau solusi untuk masalah ini.

So, Girls, jangan percaya lagi dengan mitos-mitos di atas ya!

Berita Terkait

Berita Terkini