Serunya Belajar Membatik Bareng Accor Greater Jakarta, Harus Sabar dan Telaten

Begini keseruan membatik di kantor Suara.com bersama Accor Greater Jakarta.

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Jumat, 08 Desember 2023 icon 14:15 WIB
Serunya Belajar Membatik Bareng Accor Greater Jakarta, Harus Sabar dan Telaten

Belajar membatik bareng tim Accor Greater Jakarta di markas Suara.com, Kamis (7/12/2023). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Accor Greater Jakarta datang ke kantor Suara.com di Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (7/12/2023). Merangkul seniman Batik Koja dari Jakarta Utara, tim Accor mengajak seru-seruan sambil belajar membatik bersama.

Membatik merupakan seni tradisional Indonesia yang melibatkan proses dekorasi kain dengan lilin dan pewarna. Batik bisa dilakukan dengan berbagai teknik dan mempunyai signifikansi budaya yang kaya di Indonesia. Kata "batik" berasal dari bahasa Jawa dan berarti "titik" atau "poin," merujuk pada teknik  titik-titik lilin untuk membuat pola yang rumit.

Inilah yang jadi alasan Accor Greater Jakarta menginisiasi kegiatan "Membatik di Kantor" untuk melestarikan kebudayaan nusantara.

Baca Juga: Makna di Balik Motif Batik yang Dikenakan BCL saat Akad Nikah

"Kita punya program dari tahun lalu yang disebut Karnaval Nusantara. Jadi kita mengangkat untuk lokal-lokal produk, aktivitas ataupun mau makanan ataupun produk seperti batik ini kita kembangkan. Artinya kita sosialisasikan untuk tamu-tamu hotel dan merupakan salah satu aktivitas," ungkap General Manager Mercure Hotel, Koko Bayu Baskoro.

Belajar membatik bareng tim Hotel Accor Greater Jakarta di markas Suara.com, Kamis (7/12/2023). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Belajar membatik bareng tim Accor Greater Jakarta di markas Suara.com, Kamis (7/12/2023). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

Tim Suara.com sangat antusias mengikuti kegitan membatik di kantor. Terlebih, banyak yang ternyata baru pertama kali coba membatik.

"Ya, luar biasa. Seru banget karena baru tahu ada teknik memegang canting dan memegang kain batiknya dengan teknik yang benar,"  kata Risna Halidi, salah satu karyawan Suara.com yang ikut belajar membatik.

Baca Juga: 6 Inspirasi Gaya Batik untuk Momen Formal hingga Kasual

"Selain itu, membatik membutuhkan kesabaran dan ketenangan," imbuhnya.

Owner dan desainer Batik Koja, Hamim mengungkapkan, tak banyak orang tahu batik terbagi dalam dua jenis, yaitu batik pesisir dan batik pedalaman. Keduanya sangat mudah dikenali dari warna dan coraknya.

"Kalau batik pesisir itu biasanya warnanya cenderung warna-warni dan cenderung cerah. Kalau batik pedalaman biasanya dibuat oleh para raja itu punya warna yang lebih pekat, seperti coklat tua, hitam, biru tua, atau hijau tua," papar Hamim.

Dari sisi corak, lanjut Hamim, juga terbilang unik. Ini karena corak batik pesisir umumnya digambarkan secara mendetail. Misalnya, motif burung akan digambar secara utuh bentuk burung, mulai dari kepala hingga kaki.

Sementara, corak batik pedalaman umumnya tak digambar secara eksplisit berbentuk burung. Umumnya cukup ditunjukkan sebagian, misalnya hanya sayap, paruh, atau kepala burung yang ada di corak kain batik tersebut.

Belajar membatik bareng tim Hotel Accor Greater Jakarta di markas Suara.com, Kamis (7/12/2023). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)
Belajar membatik bareng tim Accor Greater Jakarta di markas Suara.com, Kamis (7/12/2023). (Suara.com/Dini Afrianti Efendi)

"Contoh batik pesisir, ini seperti yang saya bawa itu batik koja di Jakarta Utara, Cirebon, Pekalongan, Indramayu. Kalau batik pedalaman itu, batik Yogyakarta, Solo, Kediri dan biasanya memiliki kerajaan," tutur Hamim.

Menurut Hamim, membatik bisa menjadi aktivitas menantang bagi mereka yang belum pernah mencobanya. Namun, ini sekaligus dapat memberikan edukasi bahwa selembar kain batik harus melalui proses yang sangat panjang dan lama. Prosesnya bahkan mungkin memakan waktu hingga bulanan sehingga harga kain batik tulis memang tidak murah di pasaran.

Membatik juga butuh kesabaran, ketenangan, dan ketelitian ekstra. Bukan hanya saat menorehkan lilin, melainkan juga teknik memegang canting dan kainnya.

"Jadi memegang canting itu tidak boleh seperti dituang. Nanti lilinnya malah tumpah semua. Tapi, harus setinggi 45 derajat. Lalu, untuk kain kecil, juga dijepit antara jempol dan telunjuk, jadi tidak diletakan di telapak tangan karena tangannya bisa terkena tetesan lilin," kata Hamim menerangkan.

Baca Juga: Mau Tetap Chic saat Pakai Batik? Ini Tips dari Desainer Didiet Maulana

Sementara itu, hasil acara membatik ini adalah kain biru cerah ukuran 20x20 cm bermotif bunga dan daun dengan garis corak berwarna putih karya para peserta. Menariknya, terpilih satu karya terbaik yang berhak atas hadiah berupa voucher dari Accor Greater Jakarta.

BERITA TERKAIT