Membaca Buku Bantu Memahami Pentingnya Kesehatan Mental, Ini Rekomendasinya

Kamu bisa belajar memahami berbagai hal terkait kesehatan mental lewat buku-buku yang dibaca.

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Jumat, 17 November 2023 icon 17:30 WIB
Membaca Buku Bantu Memahami Pentingnya Kesehatan Mental, Ini Rekomendasinya

Ilustrasi toko buku. (Pexels/Zun Zun)

Isu kesehatan mental tak hentinya menjadi perhatian publik. Semakin banyak orang yang menyuarakan pentingnya memperhatikan bukan hanya kesehatan fisik, tetapi juga jiwa.

Topik kesehatan mental nyatanya sudah sering diangkat dalam karya buku maupun film. Sebut saja film Joker (2019), Kim Jin-Young: Born 1982 (2019), dan Ku Kira Kau Rumah (2022).

Di platform baca dan menulis digital Cabaca, buku-buku mengenai isu kesehatan mental juga hadir dari sekian banyak topik yang tersaji. Di antaranya Silver Line of Clouds karya Filzaaf, Hello, Seventeen karya Oepha Im, I Feel Better When I’m with You karya Thierogiara, Sali karya A.R. Rizal, Represi karya Anindityas R.P, hingga The Letter You Left Behind karya Niswahikmah.

Baca Juga: Pasanganmu Pelaku Gaslighting? Simak 4 Cara Lepas dari Hubungan Asmara Tidak Sehat

Ada pula buku bertajuk Mentally Marshed karya artis Marshanda. Buku ini mengajak pembacanya untuk kembali memikirkan rasa kasih dan bahagia yang bisa didapatkan oleh diri sendiri.

Mentally Marshed karya Marshanda tersedia versi digitalnya di Cabaca. (Istimewa)
Mentally Marshed karya Marshanda tersedia versi digitalnya di Cabaca. (Istimewa)

Menurut sang editor buku, Ririn Ayu, Mentally Marshed cocok untuk pembaca yang mengalami krisis kepercayaan diri, merasa dibungkam, pendapatnya tidak pernah didengarkan, dan mendapatkan stigma buruk. Buku ini memberikan pemahaman dari sudut pandang orang yang memiliki mental issue. 

"Marshanda mencoba menjelaskan jika tidak perlu merasa malu jika memiliki isu kesehatan mental, karena kita tidak minta dalam keadaan sakit. Selain itu, setelah aku membaca bukunya aku paham jika ada orang-orang yang memiliki perhatian khusus pada kesehatan mentalnya lebih baik mencari pertolongan pada ahlinya. Daripada menyalahkan orang lain yang tidak bisa memahami, coba pahami diri sendiri dengan berkonsultasi ke ahlinya," jelas Ririn Ayu, dikutip dari siaran pers yang  diterima Dewiku.com, Jumat (17/11/2023).

Baca Juga: Jaga Kesehatan Mental, Begini 5 Cara Menciptakan Worklife Balance

Ririn Ayu juga mengungkapkan, Mentally Marshed memiliki kata-kata yang memikat dan powerfull. Jenis kata-kata yang membuat kita memikirkan ulang dan merasa isi bukunya relatable. Penulisannya pun jujur, tidak menggurui, tetapi terkesan bercerita lalu kita akan menemukan kecocokan.

"Kita hidup di era digital yang canggih tapi membuat kita lebih banyak terpapar oleh hal-hal yang membuat cemas. Mudah-mudahan dengan adanya novel berkualitas dengan isu kesehatan mental ini, membuat banyak orang yang mungkin mengalami sesuatu yang kurang nyaman terkait mentalnya tidak merasa sendiri," ungkap Fatimah Azzahrah, Co-Founder Cabaca.

Fatimah Azzahra juga berharap kesadaran untuk berkonsultasi kepada profesional makin meningkat.

Baca Juga: 7 Cara Mencintai Diri Sendiri, Jangan Takut Katakan Tidak!

"Ngedatengin psikolog atau psikiater itu nggak apa-apa banget," tuturnya.

BERITA TERKAIT