Beauty

Begini Uniknya Budaya Pakai Henna di Korea, Bisa Usir Roh Jahat

Korea juga punya pewarna alami mirip henna, lho.

Rima Sekarani Imamun Nissa | Rima Suliastini

Ilustrasi cat kuku. (Pexels/Daria Shevtsova)
Ilustrasi cat kuku. (Pexels/Daria Shevtsova)

Dewiku.com - Budaya menggunakan pewarna alami alias henna pada tangan, kuku, dan rambut selama ini seakan identik dengan tradisi Arab dan India. Ternyata, pewarna alami ini juga ditemui di Korea, lho. Meskipun sama-sama menghasilkan warna alami, tapi keduanya terbuat dari jenis tanaman berbeda.

Jin Hyun, seorang gadis Korea yang kini tinggal di Amerika berbagi cerita tentang masa kecilnya yang menyenangkan di Korea dan budaya mewarnai kuku dengan henna ala Korea ini.

Menurutnya, budaya ini dimulai karena adanya larangan menggunakan cat kuku bagi anak sekolah, paling nggak sampai mereka SMA. Nah, pada musim semi, tanaman garden balsam akan dimanfaatkan sebagai alternatif kuteks karena mampu memberikan warna cerah pada kuku.

Ilustrasi henna. (Pexels/Robert Stokoe)
Ilustrasi henna. (Pexels/Robert Stokoe)

''Sepulang sekolah, kami semua bergegas keluar untuk mengambil segenggam penuh bunga dan daun ini untuk dibawa pulang kepada ibu kami yang kemudian akan menghancurkannya menjadi pewarna pasta,'' tulisnya seperti yang dilansir dari Next Shark.

Uniknya, pasta tanaman garden balsam alias henna Korea ini memiliki molekul (lawone) yang identik dengan struktur kimia pada henna yang sering digunakan di India.

Ilustrasi cat kuku. (Pexels/Zun Zun)
Ilustrasi cat kuku. (Pexels/Zun Zun)

Ada cerita menarik di balik budaya pakai henna seperti ini di Korea. Menurut Jin Hyun, orang Korea percaya jika gadis pakai henna pada musim semi dan warnanya bertahan hingga salju pertama, dia akan menikahi cinta sejatinya.

Dalam sudut pandang yang lebih berbeda, nenek moyang orang Korea berkata jika henna bisa mengusir roh jahat. Namun kenyataannya, kini pewarna alami ini malah sering digunakan untuk keperluan kosmetik.

Meskipun banyak orang masih suka membuat pasta pewarnanya sendiri, tapi beberapa toko di Korea sudah mulai menjual pewarna alami ini versi bubuk. Cukup dengan USD 1 saja, kamu bisa menggunakannya sepanjang tahun, tidak lagi terbatas pada bulan-bulan yang lebih hangat. Menarik, ya?

Berita Terkait

Berita Terkini