Jangan Malas Mandi! Dampak Negatifnya Nggak Cuma Jerawatan

Malas mandi? Inilah beberapa dampak negatif yang mungkin kamu alami.

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Jumat, 24 November 2023 icon 10:00 WIB
Jangan Malas Mandi! Dampak Negatifnya Nggak Cuma Jerawatan

Ilustrasi mandi (Pexels/cottonbro studio)

Apakah kamu termasuk golongan orang yang malas mandi? Jika iya, sebaiknya segera ubah kebiasaan buruk itu. Ada banyak dampak negatif yang mungkin kamu rasakan, salah satunya kulit berjerawat.

Jika kamu mengalami masalah jerawat selain di wajah, bisa jadi itu akibat infeksi jamur. Jerawat yang dimaksud bisa muncul di area lengan, dada hingga punggung. Selain itu, jerawat jamur juga dapat disebabkan cuaca panas yang ekstrem.

Spesialis Dermatologi Venereologi Klinik Pramudia dr. Eko Prakoso Wibowo, Sp.DV., mengungkapkan, angka kesakitan infeksi jamur di Indonesia memang masih sangat tinggi, terutama pada kelompok dewasa muda dan jenis kelamin laki-laki.

Baca Juga: 10 Arti Mimpi Mandi, Berkaitan dengan Kebersihan hingga Aspek Spiritual

Kondisi tersebut ternyata berhubungan dengan iklim tropis dan kelembapan tinggi. Aktivitas fisik yang intens disertai keringat berlebih, menyebabkan kulit menjadi lembab sehingga memundahkan pertumbuhan jamur.

Ilustrasi mandi. (Pexels/Pixabay)
Ilustrasi mandi. (Pexels/Pixabay)

"Terkait infeksi jamur ini, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan, misalnya memastikan pakaian dalam keadaan kering dan bersih, menghindari pakaian yang terlalu ketat dan pilihlah pakaian dengan bahan yang mudah menyerap keringat," ucap dr. Eko, dikutip dari Suara.com.

Jika sudah jerawatan, dibutuhkan kesabaran ekstra untuk menyembuhkannya. Perawatan yang dilakukan umumnya bersifat jangka panjang, terlebih jika masih terpapar polusi dan cuaca panas.

Baca Juga: Polusi Udara Merusak Kecantikan Kulit, Perhatikan 3 Hal Ini

Dijelaskan pula bahwa kebiasaan mencoba produk kosmetik viral tetapi tidak sesuai dengan jenis dan kondisi kulit juga bida memperparah masalah yang ada.

Lebih parah, infeksi jamur juga bisa menyebabkan infeksi menular seksual (IMS), seperti kutil kelamin, gonorea, dan sifilis.

"Obat gatal yang biasa diberikan oleh dokter adalah obat golongan antihistamin. Terapi topikal dengan kandungan bahan kortikosteroid, urea, menthol, dan lainnya juga dapat mengurangi gejala gatal tersebut," kata sang dokter.

Baca Juga: Stres Bisa Bikin Punggung Jerawatan, Begini Cara Mengatasinya

Tentu saja, terang dr. Eko, pemberian obat-obatan tersebut bergantung dari penyakit yang diderita pasien. Misalnya, pasien yang menderita eksim akan lebih baik menggunakan produk dengan kandungan ceramide, menghindari paparan sinar matahari terlalu lama, dan mandi pakai air hangat untuk membantu mengurangi gejala gatal yang dirasakan.

BERITA TERKAIT