Cegah Dehidrasi saat Puasa, Ibu Menyusui Perlu Lakukan Hal Penting Ini

Begini cara mencegah masalah dehidrasi yang rawan terjadi saat berpuasa.

By: Rima Sekarani Imamun Nissa icon Kamis, 04 April 2024 icon 13:00 WIB
Cegah Dehidrasi saat Puasa, Ibu Menyusui Perlu Lakukan Hal Penting Ini

Ilustrasi ibu menyusui (Freepik/freepic.diller)

Selain wanita hamil, ibu menyusui juga diperbolehkan tidak berpuasa di bulan Ramadan. Meski begitu, ada sebagian ibu menyusui yang ingin tetap bisa menjalankan ibadah puasa.

Tentu ada berbagai hal yang mesti diperhatikan ibu menyusui saat berpuasa di bulan suci. Menurut ahli gizi Rachel Onsen, salah satunya adalah memastikan sang ibu tidak mengalami dehidrasi.

"Pastikan tidak dehidrasi, jadi minum tiga liter air per hari," ungkapnya.

Baca Juga: Simpel Banget, Porsi Makan Sahur Nikita Willy Bikin Heran

Dalam wawancara bersama Eathink yang berkolaborasi dengan Dewiku.com, Rachel menyebutkan sejumlah tanda dehidrasi yang perlu diwaspadai. Saat kondisi ini terjadi, ibu menyusui mungkin mengalami tekanan darah rendah, pusing, dan pandangan berkunang-kunang. Urin yang warnanya pekat juga termasuk pertanda dehidrasi.

"Jadi untuk ibu menyusui, sebaiknya membatalkan kalau ada tanda-tanda dehidrasi atau ASI seret juga," ucap Rachel.

"Kalau ibu sehat, asupan makanannya cukup, tidak dehidrasi, dan tidak punya masalah kesehatan, puasa itu aman banget," imbuh lulusan University College Dublin ini.

Baca Juga: Puasa Ramadan Mirip Diet Intermittent Fasting, Ini Kunci Sukses Turunkan Berat Badan

Menurut Rachel, pada dasarnya ada cukup banyak manfaat puasa untuk ibu menyusui. Di antaranya adalah membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh, menjaga asupan kalori, mencegah diabetes dan tekanan darah tinggi serta baik pula untuk kesehatan jantung.

Namun, puasa juga bisa memengaruhi produksi ASI. Itulah mengapa penting untuk menjaga pola makan sehat supaya kebutuhan nutrisi dan kalori tetap tercukupi.

"Total kalori yang kita konsumsi di saat hamil meningkat sebanyak 20 persen, jadi kalorinya bisa menjadi 500 kalori lebih banyak dan kalau kita kurang, pastinya juga ASI bisa berkurang," terang Rachel.

Ibu menyusui disarankan meningkatkan asupan protein yang dapat berasal dari daging ayam, ikan, tempe, tahu, maupun kacang-kacangan dan biji-bijian. Perbanyak pula makanan kaya vitamin A, D, dan C serta asupan tinggi mineral.

Jika perlu, konsumsi suplemen dengan kandungan vitamin D yang berperan besar dalam kelancaran produksi ASI.

Walau demikian, Rachel berharap ibu menyusui tak memaksakan diri jika kondisinya tidak memungkinkan untuk berpuasa. Contohnya jika bayi yang dilahirkan belum berusia enam bulan sehingga kebutuhan energi dan nutrisi umumnya cuma berasal dari ASI.

Baca Juga: Pakai Lip Balm Membatalkan Puasa atau Tidak? Ini Kata Buya Yahya

"Sebelum usia enam bulan, mungkin bisa dipikirkan lagi, apakah sebaiknya tunggu dulu. Ketika bayi sudah 6 bulan ke atas, baru mulai puasa," tandas Rachel.

BERITA TERKAIT

BERITA TERKINI