Ragam
Apa Itu Monday Blues: Virus Hari Senin yang Belum Ada Vaksinnya
Sering merasa malas, tertekan, ataupun stres saat tau menghadapi hari Senin ternyata ada istilahnya loh. Yuk simak pembahasannya dan bagaimana cara mengatasinya.
Vania Rossa
Dewiku.com - Kalau mendengar kata “Senin” pasti bawaannya langsung capek, malas, dan pikiran langsung jadi stres, padahal waktu itu masih hari Minggu. Kalau kamu pernah merasakan hal-hal tersebut, mungkin kamu sudah terkena Monday Blues.
Monday Blues sendiri merupakan sebuah istilah yang merujuk kepada perilaku atau perasaan yang tidak semangat, stres, gelisah, atau lelah saat ingin ataupun sedang melakukan aktivitas di hari Senin. Biasanya, gejala Monday Blues ditandai dengan perasaan bad mood saat sudah mengetahui bahwa esok adalah hari Senin.
Dalam kacamata psikologi, Monday Blues memang memiliki pengaruh atau dampak terhadap kondisi mental seseorang saat menghadapi hari Senin. Namun, bukan berarti istilah Monday Blues masuk ke dalam kategori gangguan jiwa atau kesehatan mental.
Selain merusak suasana dan perasaan, Monday Blues juga dapat menurunkan produktivitas pada setiap individu. Jika dibiarkan, aktivitas sehari-hari pun dapat terganggu dan membuat emosi negatif di dalam otak meningkat.
Kondisi Monday Blues juga menunjukkan bahwa faktor yang membuat seseorang merasa gelisah, malas, lelah, dan stres bukan karena hari Senin, melainkan karena terdapat suatu hal yang dapat memicu perasaan-perasaan tersebut, seperti pekerjaan, sekolah, kuliah, target, masalah tertentu, dan juga kesehatan tubuh.
Faktor Terjadinya Monday Blues
Walau bukan termasuk gangguan kesehatan mental, terjadinya Monday Blues juga bisa disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya:
1. Kurang Beristirahat
Waktu weekend sering kali digunakan banyak orang untuk menyegarkan diri. Salah satunya dengan pergi berlibur, entah ke luar kota ataupun hanya sekadar pergi ke mal. Sayangnya, pemanfaatan hari libur tersebut sering dilupakan banyak orang untuk sekadar bersantai atau beristirahat di rumah untuk merileksasikan tubuh.
Lebih banyak menghabiskan waktu libur untuk bepergian membuat tubuh tidak memiliki waktu untuk beristirahat. Hal ini pula yang akan menyebabkan kondisi fisik maupun mental terasa lebih cepat lelah, terlebih ketika ingin menghadapi hari Senin.
2. Memiliki Masalah di Lingkungan Tempat Beraktivitas
Berbagai macam masalah sering menimpa seseorang tanpa mengenal waktu dan kondisi, baik di lingkungan kerja, kuliah, ataupun sekolah. Adanya masalah yang menimpa individu inilah yang membuat mereka merasakan tekanan dan gelisah saat ingin pergi bekerja atau kuliah.
Baca Juga
Mendag Busan Resmi Buka JMFW 2026: Modest Fashion Indonesia Siap Mendunia
Bingung dengan Pengisian Daya pada Mobil Listrik? Kini Baterai Mobil Bisa dengan Sistem Berlangganan
Sanae Takaichi: PM Perempuan Pertama Jepang dengan Vibe Tegas dan Powerfull
Queen Bee Syndrome: Sindrom Si Bos Cewek yang Bisa Bikin Tim Nggak Nyaman Kerja
Pria Wajib Tahu! Ini Dia Gaya Hidup Sehat yang Dapat Menjaga Kualitas Sel Sperma
Gigi dan Bella Hadid Nyeker di Nikahan Kakak, Tapi Tetap Bikin Fashion Goals!
Hari libur membuat mereka merasakan lepas dari permasalahan secara sementara. Namun, ketika hari Senin datang, mereka akan merasa tertekan karena akan bertemu dan menghadapi masalah yang tengah dihadapinya lagi. Hal ini pula yang dapat menimbulkan gejala stres pada setiap individu.
3. Punya Tanggung Jawab yang Besar
Memiliki tanggung jawab yang besar, baik di lingkungan kerja ataupun perkuliahan sering kali menimbulkan tekanan yang besar. Tekanan inilah yang akan memicu datangnya stres, cemas, dan rasa takut untuk memulai atau menghadapi hari Senin, yakni hari saat mereka untuk memulai aktivitas sehari-harinya.
Pasalnya, memiliki tanggung jawab yang besar akan menuntut mereka untuk mengatur keberlangsungan kinerja yang dilakukan bawahan atau rekan-rekannya dalam melakukan aktivitas yang sama.
Mengatasi Gejala Monday Blues
Tentunya, gejala yang ditimbulkan dari Monday Blues, seperti malas, gelisah, stres, merasa tertekan, dan bad mood dapat diatasi dengan berbagai cara. Salah satunya dengan menerapkan work-life balance.
Penerapan work-life balance yang tepat akan membantu mengurangi tekanan-tekanan yang bisa saja menimpa seseorang ketika beraktivitas. Caranya, yakni dengan memporsi antara waktu bekerja, beristirahat, dan berlibur.
Ketika weekend tiba, tentu waktu tersebut dapat digunakan untuk hangout bareng keluarga ataupun teman terdekat. Namun, jangan lupa gunakan waktu weekend tersebut untuk beristirahat agar otot pada tubuh pun bisa merasakan rileks dan segar sebelum menghadapi hari Senin.
Kemudian, jangan lupa untuk merefleksikan diri ketika tengah menghadapi masalah. Tanyakan kepada diri sendiri mengapa masalah tersebut bisa terjadi dan memikirkan bagaimana cara untuk menyelesaikannya. Pada dasarnya suatu masalah tidak akan selesai jika seseorang hanya bisa diam ataupun lari dari permasalahan yang tengah menimpanya.
Kedua cara tersebut dapat dilakukan untuk mengurangi gejala dari Monday Blues. Siapa pun bisa terkena Monday Blues, tapi bukan berarti mereka tidak bisa lepas dari hari Senin yang berat.
(Annisa Deli Indriyanti)








