Lifestyle

Apakah Kita Sudah Gunakan Waktu Sebaik Mungkin?

Mari introspeksi lagi soal manajemen waktu.

Rima Sekarani Imamun Nissa

Pentingnya manajemen waktu. (Shutterstock)
Pentingnya manajemen waktu. (Shutterstock)

Dewiku.com - Persepsi ''sebaik mungkin'' sejatinya hanya diri sendiri yang mengetahui. Kita sendiri yang dapat menilai apakah waktu yang kita jalani 24 jam sehari semalam, 30 hari sebulan, dan 365 hari dalam setahun sudah maksimal penggunaannya. Semua itu tergantung pada bagaimana kita mengatur waktu.

Waktu memang hal yang kadang diabaikan, seolah-olah kita memiliki sebanyak yang kita mau. Menunda-nunda sudah menjadi kebiasaan. ''Nanti saja, besok saja,'' kata mereka yang masih muda. Namun, bisa jadi itu berujung pada kecewa dan frustasi. Waktu memang bagaikan berlian, emas atau kesempatan yang tidak akan datang dua kali. Manajemen waktu adalah hal wajib.

Pada mahasiswa, contohnya. Kegiatan kampus, ekstrakurikuler, dan kehidupan pribadi sering kali bertabrakan. Memprioritaskan kegiatan dan mengatur waktu dapat membuat perubahan yang signifikan dan teratur. Sebaliknya, berikut dampak-dampak jika tidak bisa mengatur waktu dengan baik:

1. Jadwal-jadwal yang tidak tertata dan berantakan

Jika kita tidak bisa mengatur waktu dengan jadwal yang padat, jadwal akan tertunda dan semakin menumpuk.

2. Tekanan mental atau stres

Semua hal yang tidak tertata akan mengakibatkan perasaan kebingungan, bahkan stres.

3. Kondisi fisik akan menurun

Karena melakukan hal-hal secara tidak efektif dapat membuat tubuh mengalami kelelahan. Kondisi ini bisa memburuk hingga membuat kesehatan fisik terus menurun apabila tidak diperhatikan.

4. Sering telat dalam melakukan sesuatu karena menyepelekannya

Telat diakibatkan selalu menganggap hal-hal kecil tidak begitu penting. Padahal, dengan mengatur hal-hal kecil, hal-hal besar akan terasa lebih mudah.

5. Pekerjaan akan menjadi menumpuk dan membingungkan

Karena suka menunda dan tidak bisa membagi waktu dengan disiplin, akhirnya tugas-tugas yang seharusnya sudah selesai akan tertumpuk dan semuanya bakal menjadi berantakan.

Stres bekerja. (Unsplash/JESHOOTS.COM)
Stres bekerja. (Unsplash/JESHOOTS.COM)

 

Tips dan Saran membagi waktu agar kita lebih produktif:

1. Membuat jadwal harian

Tuliskan apa saja yang harus Anda selesaikan hari ini atau minggu ini atau buatlah daftar tugas yang masih harus Anda kerjakan. Membuat daftar tugas adalah salah satu pendukung produktifitas yang telah terbukti dan teruji, tetapi hanya akan berfungsi jika Anda menggunakannya dengan benar.

2. Singkirkan gangguan

Saat ini kita hidup di dunia yang penuh dengan gangguan yang tiada henti. Mulai dari televisi, sosial media hingga pesan pribadi, belum lagi teman, keluarga, dan hewan peliharaan. Terasa begitu gampang untuk kita meluangkan waktu satu menit untuk hal ini, hal itu, lalu hal lainnya, dan akhirnya satu hari penuh tidak ada yang kita kerjakan.

Jangan biarkan ini terjadi. Retaplah terfokus pada target dengan sedapat mungkin. Tutuplah situs media sosial dan apapun itu yang men-distract kegiatan Anda.

3. Menandai kegiatan yang sudah dilakukan

Setelah selesai melakukan suatu kegiatan atau aktivitas segeralah memberi tanda agar tidak menganggu kegiatan yang akan kita lakukan selanjutnya.

Ilustrasi tidur. (Pexels/Kha Ruxury)
Ilustrasi tidur. (Pexels/Kha Ruxury)

 

4. Istirahat yang cukup

Jangan begadang dan tinggalkan kebiasaan tersebut. Tidur lebih awal dan jangan tidur terlalu malam merupakan langkah tepat untuk mengawali hari.

Lebih baik selesaikan tugas dan jangan menunda-nundanya. Alangkah baiknya waktu malam digunakan untuk mengistirahatkan tubuh. Berikan setidaknya waktu minimal 6 jam untuk tubuh beristirahat dan melakukan pemulihan secara menyeluruh.

5. Mendahulukan kepentingan utama, fokus, dan konsisten

Membuat list kegiatan yang penting untuk dilakukan terlebih dahulu (urgent) dan lakukan semua hal dengan fokus, serta konsisten dalam mengerjakannya. Dengan begitu, harapannya akan menjadi mudah dalam mengatur waktu.

Betapa pentingnya manajemen waktu bagi mahasiswa untuk menyeimbangkan antara akademik dan nonakademik. Mengatur waktu dimulai dari niat dan kemauan diri sendiri untuk maju dan tidak membuang-buang waktu.

 

Annisa Sarah Sabrina (Mahasiswi London School of Public Relations, Jakarta)

Artikel ini merupakan kiriman pembaca DewiKu.com. Isi dari artikel ini merupakan tanggung jawab penulis, bukan redaksi DewiKu.com.

Berita Terkait

Berita Terkini